Monday, 21 December 2015

O

Happiness is tOrture
Bliss weakens meh
The jOy, i cOuld nOt cOpe
SOmehOw i am still a cOward

1

Susah bikin judul kalo tulisannya nggak punya inti dan nggak berfaedah. Ah.

"Woi! Imajinasi kamu ketinggian dan kamu sadis!"
Kata El

Well thanks El! Consider it as a compliment.

Mungkin nanti saya bisa bikin cerita thriller atau cerita psikopat. Cerita psikopat pernah sih, tapi nggak selesai gara-gara serem sendiri. Mikir, jangan-jangan ntar saya beneran jadi psikopat.

Bisa nggak begitu? Itu yang nulis Final Destination, Silence of the Lamb, atau apa gitu, sehat kan? Sehat. Alhamdulillah.

Yaudah, men sana in corpore sano aja! Saya lagi banyak olahraga. Ya ampun, kaya pengen keker padahal nggak, lumayan sih bisep trisep buat gendong anak kembar tiga. Badan segeran, tapi jiwa tetep senewen. Ya gimana si?!

Penulis genre apa yang banyak mati bunuh diri?

01/12/15, 19:33

Istri Stereo

"Kalo orang bule itu (Australia) nggak pernah nyuruh-nyuruh istrinya. Dari sananya mereka udah mandiri. Saya (istri) bikinin sarapan aja dia (suami) terimakasihnya udah kaya dikasih apaan aja."
-Indonesian woman with Australian husband-

Lalu, saya waktu ngobrol sama orang Inggris
"I heard that Asian women make a good wifey, is that true?"

Oh ya?? Dalem hati saya, "well you tell me lah why" terus saya nggak inget jawab apa.

Gara-gara dua obrolan tadi, hmm, mungkin aja kalo ada stereotip kaya gitu, karena budaya kita sebagai istri terbiasa untuk melayani kebutuhan suami, sampai yang remeh temeh bisa dia kerjakan sendiri, and that was considered as a good and obedience wife. Tapi sekarang mulai banyak muncul artikel-artikel yang menyerukan "istri bukanlah pembantu!" yah, menurut saya itu sih kesepakatan internal rumah tangga aja. Liat sikon masing-masing rumah tangga, apa dua-duanya kerja, atau si istri jadi ibu rumah tangga. Sama-sama mandiri dan nggak manja mungkin lebih bagus, tapi melayani supaya lebih mesra juga nggak ada salahnya. Bebas lah kumaha sia! Hahaha.

Friday, 11 December 2015

Chuggington!

Choo chooo!! I once, were a playgroup teacher. It was such an amaaazing experience! Never i missed a single day without faling in love with those kids. Barusan saya denger soundtrack serial anak-anak Chuggington dan saya jadi inget sama seorang anak. Anak ini belum dekat dengan saya, saya masih guru baru. Pada suatu hari saya lagi nemenin dia main, saya masih dicuekin nih, lalu tiba-tiba dia nyanyi lagu anak-anak serial Chuggington tadi. Hih kalo lagu gini doang sih Ibu juga tau! Jadilah saya susul dia nyanyi :)) awalnya dia keliatan kaget, matanya ngeliatin saya dengan tatapan aneh "ya ampun emak-emak nyanyi Chuggington!" gitu kali, tapi eh lama-lama dia nyanyi bareng. Jadilah kami nyanyi barengan lalu bercanda-canda.

Hahaha, ah i miss you all, much. Ibu padamu anak-anakku sayang :* be great, be good. Aamiin.

Monday, 7 December 2015

Archery

07/12/2015

5 gerakan awal dalam memanah for beginners
Jika anda bukan kidal, target selalu berada di kiri anda. Jika target berada di utara, maka posisi badan dan arah kaki anda menghadap ke timur.
1. Kaki dilangkahkan selebar bahu
2. Memasang panah
3. Mengangkat bow, lengan yang memegang bow diluruskan dengan bahu
4. Menarik string, tarik string dengan menggunakan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Tarik string hingga mencapai dagu, sikut dinaikkan. Saat menarik string tarik napas kemudian hembuskan perlahan, tahan sekitar 5 detik.
5. Lepaskan string, setelah dilepaskan biasakan tahan 2 detik sebelum menurunkan bow anda.

***

6. Berjoget jika bullseye.

***

-  Jangan lupa berdoa.
- Jangan lupa pemanasan (sampe panas beneran), pertama kali latihan kayaknya pemanasannya kurang hot, sakit sekitar scapula sama otot trapezius nggak ilang sampe 2 minggu.
- Pemanasan berfokus pada otot-otot lengan, bahu dan leher.
- Rutinkan push up di rumah. Latihan yang fokus pada sekitar lengan berguna juga untuk masa depan ~~ untuk gendong anak, apalagi kalo kembar.
Ini serius benga.

***

Dari Jabir bin Abdillah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda "segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah dan mengajarkan renang." (HR. An-Nasa'i)

Dalam memanah kamu bisa berlatih fokus, tenang, waspada, sabar, menggunakan senjata, hmm, diantaranya itu dulu sih yang saya rasakan.

memanah hatimuuu 

Wednesday, 2 December 2015

Usaha Memencet Klakson

03/12/2015

Ada pendapat yang mengatakan kalo klakson nggak bisa mengurai kemacetan. Heheh, mungkin ini orang yang bilang gitu tinggal di tempat yang nggak terlalu banyak angkot semacem kota-kota di Jawa Tengah. Di daerah Jawa Barat banyak kemacetan juga selain gara-gara emang banyaknya kendaraan dan nggak berbanding lurus sama lebar jalan, sebagian juga gara-gara angkot-angkot yang ngetem sembarangan, narik penumpang tapi nggak mau minggir.

Terus harus digimanain kalo nggak diklakson? Kalo dia cuma lagi nurunin atau naikin penumpang kadang kita mafhum dan bersedia nunggu sampai dia jalan lagi. Tapi kalo udah di daerah pasar atau daerah sekolah dan pabrik di jam-jam pulang, deuh! Berhentinya suka sembarangan di tengah jalan, jalan untuk 3 lane jadi cuma lancar 1 lane. Cobain gih ke jalan lurusan Pasar Baru sampe Tegalega, gila itu jalan udah selebar apa tapi tetep aja macet.

Bukan cuma salah mang angkotnya! Penumpangnya juga suka naik sembarangan. Kebanyakan males jalan sedikit untuk naik di tempat yang agak lega, ada lagi yang suka naik di belokan. Jangan mau naik kalo mang nya nggak minggir, mungkin saya mah jual mahal kali ya nggak mau naik kalo mang nya nggak minggir. Emang saya cewek cantik apaan mang mau-maunya nyamperin ke tengah jalan??

Yang butuh siapa mang??
Ya eneng lah!
Eh, heu euh juga mang

Emang sih ya, perbaikan fasilitas atau infrastruktur apapun nggak akan ngaruh tanpa perbaikan mentalitas manusianya. Tong sampah diperbanyak, tapi sampah masih aja berceceran; jalan selebar apa tauk, tapi macet masih tetep; fasilitas publik dibuat lucu-lucu, yahaa rusak juga.

Trus jadi inget waktu jalan sama Syibeb dan Kawahbeb. Kawahbeb sebagai pilot, Syibeb sebagai co-pilot dan Ira sebagai pramugari.

*dalam keadaan macet*
 
S : klaksonin aja ngapa!
K : bentar lagi juga jalan
S : kalo aku sih, nglaksonin supaya dia tau aku kesel!!
I : iya bener, aku juga beb!! Hahaha

Jadi mungkin itu ya perbedaan persepktif perempuan dan laki-laki dalam usaha memencet klakson. Hahaha. Wassalam!

Trial and Error

22:38 29-Nov-15

Barusan saya sambil nyupir nge-cie in dua kucing bujangan yang lagi nongkrongin kucing perawan. apa banget ya, nggak berfaedah cie in kucing gitu. jangan ditiru.
suatu hari saya ngobrol sama temen, sebut aja mhawar (harus pake h).

"aku lagi deket sama seseorang teh..but i dont know how to feel"
"aku suka, tapi belum ikhlas :("
"perasaannya jadi nggak tentu"
"merasa bersalah sedikit, takut memberi harapan palsu"

kira-kira begitulah curhatnya..

"jangan merasa bersalah, you deserves a trial and everyone deserves a chance"

Cuma segitu komentar saya, singkat, tidak padat, tidak jelas. dan yang curhat pun gak bales lagi, mungkin gondok udah curhat panjang-panjang cuma dibales begitu, apa kek ya pake dalil atau puisi gitu nasehatinnya. yaudah saya perbuas disini aja ya dhek.

Iya! pendapat saya ini belom tentu bagus untuk diikutin. tapi perkara hati kan nggak segampang "kalo kamu nggak suka, tinggal-in. kalo kamu suka, tinggal-lah".

Kadang butuh kesabaran untuk akhirnya menyerah.... eh kasian amat ya.... maksudnya, akhirnya sadar bahwa you want him/her too. but you need a time to figure out, right? memberi kesempatan pun butuh keberanian, yakan? well i'm talking about a real relationship yang menjurus-jurus ke cicaheum-ciroyom, ya beda lagi kalo memang niat memanfaatkan.

Jadi PHP itu bahasa anak jaman sekarang aja lah, 'Pemberian Harapan Palsu' hah, kaya istilah baper, galau, kepo. kesannya tuh jelek, kotor dan hina, padahal nggak semua emosi atau perasaan dan tindakan bisa digeneralisir menjadi istilah-istilah tersebut, gimana niat. innamal a'maalu bin niaat!! jamaah!!

Kalo jaman saya, pas Raja AIDS dan mister gepeng masih dinas, mana ada istilah gitu. nembak cewek aja masih di sawah, romantis pisan, ada capung, walang sangit, tutut sebagai saksi. Istilah-istilahnya A.C.K, Aku Cinta Kamu. A.B.C, Aku Benci Kamu huh!

Dan perbuasan ini pun nampaknya sama sekali nggak menjelaskan. Selamat malam.

Sunday, 29 November 2015

Setelah Little Prince

Sudah nonton Little Prince?
Tonton lah

Saya suka sedih melihat hak anak bermain yang tercerabut karena obsesi-obsesi orangtua nya. Tentu tidak salah ketika orangtua menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, it is natural. Orangtua ingin membantu anak untuk meraih hal-hal hebat, prestisius, yang nantinya disebut prestasi, yang nantinya berbentuk piala atau piagam.

Tapi benarkah hal-hal prestisius itu yang anak kita butuhkan? Bukankah seharusnya kita memberikan yang mereka butuhkan, bukan yang anak-anak/orangtua inginkan.

Karena terkadang anak tidak tahu yang mereka inginkan. Biasanya kita sebagai orangtua lah yang menginginkan sesuatu, lalu menanamkan cita-cita tersebut kedalam diri anak, hingga ketika suatu saat mereka mengejar hal tersebut, orangtua akan secara lega berkata "itu memang keinginan mereka". Masa? bisa jadi.

Contoh ekstrim : saya keseringannya muak, ketika melihat kompetisi-kompetisi di televisi yang menampilkan anak-anak. kompetisi menyanyi, bahkan kompetisi men-da'i. Tidak lucu, anak yang seharusnya lucu imut menggemaskan menjadi ke-om-om an, ke-tante-tante an. Fashion, gaya menyanyi, gaya berceramah, semuanya disulap menjadi ala ala orang dewasa. Dasar Minky Momo si kokolot begog. Jelas-jelas baju-baju seksi itu keinginan si Ibunya yang tidak kesampaian karena badannya sekarang sudah berbentuk 'nangka'. Jangan-jangan Ibunya dendam, karena anaknya lah yang jadi 'penyebab' badannya berbuah. Jadilah anaknya pula dijadikan pelampiasan obsesinya. Barbie.

Contoh tidak terlalu ekstrim : orangtua ingin anaknya menjadi saintis, padahal anaknya ingin menjadi tukang balon.

Contoh ekstrimis : ISIS, katanya.

Yah itulah, jangan terlalu serius, kan?

Mengapa menjadikan anak lebih cepat dewasa ketika orang dewasa lebih ingin menjadi anak-anak? Lupa ya?

Lalu apa hubungannya dengan 'Little Prince'? suka-suka mu lah.

08:07 17-Nov-15

Sindrom Princess

Gejalanya beragam,
Jalan maunya ada yang nemenin
Tiap hari maunya ada yang nyapa
Pergi maunya dianter
Pulang maunya dijemput
Padahal biasanya,
Benerin genteng sendiri, manjatnya parkour
Nebang pohon sendiri, pake pisau daging
Ganti ban mobil sendiri, nggak pake dongkrak
Pompa ban sendiri, ditiup

Suatu hari saya akan membiarkan penyakit ini menjangkiti saya, tentu saja supaya ada manusia laki-laki yang merasa dirinya bak pangeran! Atau mungkin sekedar menjadi pemberat motor.

Wednesday, 18 November 2015

One Man's Junk is Another Man's Treasure

Persoalan dimulai ketika kakak saya tiba-tiba pulang ke rumah bawa baju-baju dia yang udah nggak muat di lemari kosannya. Apalagi dia baru nikah, so lemarinya sekarang harus muat buat dua orang.
OH NO. padahal di rumah kami sendiri pun, lemari-lemarinya kalo dikata dia ini paru-paru, pasti udah sesek napas, obstruksi paru.

Okeh, karena kebanyakan baju kakak saya perempuan cocoknya untuk saya, jadi saya bongkar duluan lemari baju saya. pilih-pilih mana yang kira-kira saya udah nggak pengen pake, atau malah udah nggak pernah dipake selama satu tahun.


Udah kadung lagi bongkar satu lemari, kenapa nggak lemari lain juga?

Perlu pemirsa ketahui, saya tinggal di rumah yang dihuni 4 orang. Bapak, Ibu, saya dan Adik. lemari Adik saya cowok pada hakikatnya lemari saya dan lemari Ibu juga, karena ada baju saya dan Ibu yang udah nggak muat disimpen di lemari sendiri. Terus lemari Bapak juga pada hakikatnya adalah lemari Ibu, karena permasalahan yang sama. Ealah dalah! rupanya lemari saya juga pada hakikatnya lemari si Ibu juga! Ternyata baju saya nggak cukup di lemari gegara diisi baju Ibu juga, dan satu lagi lemari 3 pintu yang isinya campuran antara taplak, seprai, gorden, jilbab, mukena, sarung dan sajadah nyatanya lemari Ibu juga! soalnya baju Ibu banyak banget!!

Ibuuu....

Dari dulu saya, adik dan kakak saya ini emang udah pasrah aja ngeliat lima lemari isinya barang Ibu semua. Emang sih si Ibu ini guru SMA. Setiap tahun pasti adaaaa aja baju seragam baru, seragam harian lah, seragam wajibnya lah, belum lagi seragam perpisahan/pawidya, seragam 'Rebo Nyunda'. ditambah lagi kalo ada studi banding ke Jogja, wisata ke Bali, seragam kondangan, beli baju dari arisan, beli baju jualan temen, daaan lain-lain. fiuh!!

Aha! dari situlah muncul permasalahan

Setelah kumpul semua isi lemari yang kira-kira nggak bakal dipakai lagi, barulah bertanya-tanya :
“ini baju-baju mau dikemanaiiiiiiiin???!” 
 
Kalo mau disumbangin, disumbangin kemana? Biasanya donasi cuma kalo ada event. Udah gitu dari kapan tauk ada keresek isinya baju bekas masih aja ngejogrok di pojok ruangan. Ditambah lagi ini baju Ibu yang seragam wajib sama seragam harian emangnya ada yang mau pake? Bukan apa, kondisinya sih masih bagus, cuma kan jarang juga ada orang non pegawai gitu pake-pake seragam model-model guru. Misalnya tukang dagang pasar, yakali pake baju model-model guru. Lagian kalo di Bandung atau Cimahi sendiri insya Allah pegawai gitu mah masih bisa beli sendiri seragamnya, jadi nggak perlu yang bekas gitu. Saya nanya di grup Happy Friends juga rasanya kurang puas dengan jawaban-jawabannya. “Sumbangin aja ke guru di pedalaman” iyaaaa mauuu, tapi siapa yang mau ngasiinnyaaa??

Ada 4 laundry bag baju kiriman kakak saya. Yang saya keluarin dari lemari-lemari malah sampe 6 laundry bag. Lalu saya sadar, kayaknya ini masalah loh, tentang pe-recycle an barang-barang tekstil ini. Kita tau sendiri, fashion terus berkembang, apalagi baju-baju perempuan. Baju yang lewat 3 bulan aja rasanya udah ngga punya baju yang bagus, udah gitu bahan baju perempuan jaman sekarang tipis-tipis cepet belel, belom harga yang murah kalo di Bandung jadi bikin pengen beli melulu. Downcycle jadiin lap?? Noh lap bekas baju udah seember! Emangnya kita mau ngelap mulu apa?!

Akhirnya saya googling, tentang bagaimana luar negri me-recycle produk tekstil. Mereka kan udah punya sistem pemisahan sampah yang lumayan lah, siapa tau bisa ketemu pencerahan. Rupanya ya memang masalah juga buat mereka, baca dari sebuah situs bahwa 5% dari landfill mereka (Amerika) isinya produk tekstil, terus ada data berat per tahun orang amerika buang produk tekstil, lagi nyambung ke gas CO2 dan metan yang dihasilkan si sampah tekstil ini, terus nyambung ke perkebunan kapas yang bersaing sama perkebunan untuk food production, terus nyambung ke bahan tekstil juga yang dibuatnya dari minyak bumi. Hah! Ribet juga ya! Tau gitu tadi ngga usah googling! Jadi ikut pusing kan _.._  Trus solusinya apa Ra?! Belom ada, ini masih saya niatin untuk tetep dibuang sih, hiks! Dibungkus plastik rapet, mudah-mudahan gak terlalu nyampur sama sampahan, nanti kalo pemulung nemu, mudah-mudahan masih bermanfaat.

Yaudah sambil kamu juga mikirin solusinya, saya kasih tau rahasia ya! Setaun lalu saya sama kakak dan adik saya ngasih-ngasihin banyak tas ibu yang masih baru-baru belom pernah dipake hasil dikasih sama murid, dikasihin ke pembantu-pembantu dari kampung yang suka lewat di depan rumah. Sampe sekarang Ibu nggak pernah ngerasa kehilangan tuh, lupa punya kayaknya, hehehe.
Harapannya entaran ada yang bikin bank sampah tekstil. Yang layak pakai bisa dipajang untuk diambil yang membutuhkan, yang udah nggak layak pakai bisa direcycle di mesin apaan gitu. Yuk bikin yuk?!
 

Monday, 16 November 2015

Malu Ah!

16/11/2015
Saya pengen banget, nulis yang baik-baik, maksudnya berkualitas gitu, apa kek, tentang middle east, tentang gizi, tentang cita-cita, tentang mengasuh anak. Tapi balik lagi ke cinta-cintaan! Rasanya payah banget! Tapi emang cinta itu suatu energi yang sangat besar sih, nggak bisa di nafik-kan. Banyak sekali kejadian-kejadian hebat yang di’bahan bakar’i oleh cinta. Jadi aja kembali lagi ke situ, sayang aja cinta saya mah belum bisa menjadi kompor untuk sesuatu yang hebat. Ya apalah saya ini sadar diri.
Tapi ini yah contoh

Kita mengamati kehidupan, kehidupan diri sendiri, terutama kehidupan orang di sekitar untuk bahan gosip. Pernikahan itu ngeri. Ngeri. Permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi sebuah rumah tangga nantinya. Pernah saya tanya ke diri sendiri
“Apakah kamu nanti akan mempertahankan pernikahan, semenggebu saat memulainya? Ra?”
Seorang hafiz, cerai. Guru, cerai. Ibu rumah tangga, cerai. Karyawan, cerai. Nggak ada batasan pekerjaan, tingkat ekonomi, tingkat kesalehan untuk cerai. Nggak ada juga yang mau cerai, kan? Mana ada yang nggak klepek-klepek liat film UP, Carl cinta sampe meninggalnya Ellie. Ah. Tapi lihat sekitar, tetangga kanan-kiri, tua-muda siapa saja bisa berpisah. Yang pacarannya lama, yang bertemu sebentar dadakan, yang pacarannya romantis atau yang gokil. Hih, ngeri!
Nggak tau, saya sebagai yang belum berpengalaman juga cuma bisa ambil hikmah. Saya mah diceritain Ibu aja, bukan ikutan ngegosip, Ibu juga nyeritain hikmahnya doang nggak pake komen-komen.
Yang saya waspadai dari sekarang sih, sosial media. Kalo nanti ada manusia laki-laki nikah sama saya, mau nggak akun-akun sosial media kita delete, terus diganti baru punya berdua? Jadi satu aja punya berdua, jadi kalo nanti ada temen si manusia laki-laki nyapa, otomatis dia juga nyapa saya, vice versa. Dan kalo manusia laki-laki tiba-tiba punya akun sendiri tanpa saya tai, itu artinya aneh. Aneh kan? Ya akun berdua ini bukan semata mencegah yang nggak-nggak sih, saya juga nggak posesif amat orangnya (kayaknya). Akun kaya gini bagian dari cita-cita jaman dulu, ingin menulis bareng! Seru aja punya akun berdua! Heh! Kalo perlu satu hape berdua! Biar gadget nggak mencuri waktu kita.

“So quiet, another wasted night
The television steals the conversation
Exhale, another wasted breath
Again I go unnoticed”
Dashboard Confessional – Again I Go Unnoticed

Kakakku Dinar Maria dan Chairul Basir, semoga Allah memberkahi rumah tangga kalian, menyatukan yang terserak dari kalian berdua, bersatu dengan baik sampai akhir hayat, menjadi jodoh di surga dunia dan di surga akhirat. Aamiin! 
Mungkinkah keponakan aku nanti kaya Anpanman kelamaan di oven?!

Sunday, 25 October 2015

Setelah The Martian

I watched The Martian today, October 22nd, 2015

Pernah gw ketika membandingkan film-film jaman dulu dengan film jaman sekarang, secara tidak adil dan gelap mata (yaelah) gw pernah bilang aktor dan aktris jaman dulu lebih berkarakter kuat daripada jaman sekarang. Tapi gw tarik lagi deh kata2 bahwa aktor dan aktris film jaman sekarang nggak perlu bersusah payah memainkan peran, karena sudah terbantu dengan visual efek yg keren abis.

Hari ini gw nonton The Martian. Wait, im gonna ask you first. Mood kalian suka kacau nggak sih kalo abis nonton film?? Karena gw sering banget begitu, ya jadi senewen, atau sentimen, atau kepikiran terus filmnya, emosi-emosi didalamnya. Ah! Ck!

Hari ini tuh gabungan antara senewen2, sentimentil yang tampaknya biasa muncul per bulan dan emosi2 dari film The Martian itu sendiri. Bikin gw sampe berdoa beneran tanpa sadar di bioskop tadi buat Matt Damon supaya selamat sampe bumi. Berkali-kali bergumam "bismillah" setiap Mark Watney mencoba sesuatu untuk survivalnya, dan berbisik lirih "alhamdulillah" kalo dia berhasil. Yakali Ra! Doi emang udah lama di bumi mulu dan mendarat selamat sampai red carpet!

Udah selesai dengan lagu penutupnya I Will Survive, imajinasi gw tentang Mars jadi blur dan distorsi gara-gara filmnya. Blur antara berita-berita asli dari NASA tentang Mars sama film The Martian, apalagi Mars kan lagi hot-hotnya diberitain. Kebayangnya ya tadi tuh misi beneran dan puing-puing habitat 6 astronot di Mars bakal masih ada disana. Propaganda yang cool banget, masuk ke alam bawah sadar. Deep down in our mind we will going to say "America is cool, invincible, they're the king". Possibly! But stay on track buddy. Stay concious.

Apa artinya? entahlah, mungkin karena emang filmnya keren banget. Yang jelas seperti yang udah gw sebutkan di paragraf pertama, gw minta maaf pertama-tama sama Matt Damon, emangnya gampang akting kaya gitu sambil cuma liat layar-layar dan properti warna ijo Ra?! Duh kapan Indonesia bisa bikin film dengan genre selain drama dan action. Bismillah ya doain aja!

Wednesday, 21 October 2015

Lupa

Yang benar saja, suatu hari ketika saya sedang jalan dengan teman, saya melihat sebuah buku yang berjudul The Old Man and The Sea kepunyaan Ernest Hemingway. Saya katakan pada teman saya rasa-rasanya saya pernah baca buku ini. Apakah normal melupakan sebuah buku?
Dan benar saja, kemarin saya menemukan lagi buku tersebut di rumah. Entah tahun berapa saya membacanya, mungkin sekitar tahun 2011. Apakah kamu pernah merasa bersalah karena melupakan sebuah buku?

Iya benar saja, saya merasa berhutang maaf pada buku tersebut. Kenapa saya melupakannya? Apa sebabnya kisah di buku tersebut sama sekali tidak teringat oleh saya. Apakah karena kisahnya tidak menarik? Dugaan saya, pada tahun tersebut saya belumlah banyak membaca literatur berbahasa inggris, sehingga ketika membacanya, fokus saya masih untuk mengartikan setiap kata dan menambah vocabulary. Akibatnya saya tidak memahami kisah yang disampaikan.

Untuk menebus rasa bersalah saya, saya telah membaca ulang buku tersebut. The Old Man and The Sea, nice story, now i remember. Ah yang benar saja.

Monday, 19 October 2015

Kerangka Teori Survei Diet Total



 Kerangka teori ini tentu saja dibuat oleh Bapak Siswanto sebagai Ketua Pelaksana SDT, saya cuma edit aja pakai gambar-gambar sekalian belajar Corel Draw

You Told Me

You told me, you wrote a story
A love story

"A kind you didnt want to read" you said
"How would i know if you never showed me?" I replied

And you never did

Now i realize
Probably it was our story
Raised before the dawn, and fallen by the dusk
Vanished before they're complete

Oct 19, 2015

Friday, 16 October 2015

CICAK-ING Pt. 2

part 2

hey cicak anak-anak, malam esok aku melihatmu lagi..apa kujadikan saja kau piaraanku?? untuk menebus perbudakan si culik dan garong marmutku yang beranak pinak 5 biji..ah tidak..aku jijik melihatmu, temanku rika juga 'gila' padamu..amanda kawanku pernah kerabatmu jatuhi ketika membantuku mengolah tepung-tepungan menjadi mie..kotoranmu bau sekali..mungkin kau cocok saja berkeliaran di rumah (tapi BAB nya diatur ya cic..)..aku tidak menembakimu dengan senapan adikku saja,mungkin sudah berarti aku merawatmu..begitukah??


aku ingat pelajaran ilmu pengetahuan alam dulu SD, tentang rantai makanan..belum pernah kutemukan fungsi lalat dalam kehidupan..mereka menyusahkan..membawa penyakit..sepertinya semua dalam dirinya kotor sehingga orang-orang sibuk memasang alat penangkal diriny..dari mulai lem hingga sinar-sinar ungu aneh..tidak pernah terpikirkan bahwa engkau adalah bagian dari rantai makanan wahai binatang hina..setelah termakan binatang lain mungkin engkaulah mulia..karena setelah itu pelajaran selanjutnya adalah jika satu rantai makanan hilang..maka kacaulah populasi..apa di negara Cina banyak manusia, karena kau sudah tidak ada??

sudah pernah diposting di facebook

17 Agustus 2010

CICAK-ING Pt. 1


part 1
cicak anak-anak..malam ini aku melihat seekor cicak yang masih anak-anak..entah apa yang menarik dari cicak itu selain cara merayapnya yang cepat seperti anak kecil..lalu mengapa aku harus menulis tentang cicak anak-anak tersebut?? entahlah, mungkin hanya ini yang bisa kutulis dari sekian banyak permasalahan di dunia ini..tentang cicak anak-anak yang kini aku tak tau lagi harus menuliskan apa tentangnya, karena ya itu tadi tidak ada lagi yang menarik dari dirinya..mungkin otakku terlalu sempit..ketika teman-temanku hebat menulis tentang cemar dan polusi, atau masa depan..aku hanya memikirkan cicak anak-anak..ketika sahabatku menulis tentang ajakan berbuat kebaikan dan pesan-pesan moral kehidupan, yang terlintas di benakku adalah si binatang yang mirip permen yupi..dan dia masih anak-anak!


matilah otakku dangkal sekali..ketika aku berkata "malam ini di pikiranku hanya ada kamu sayangku"..mungkin otakku kecil sekali..hanya ada satu dan dua neuron untuk berpikir..dunia ini besar untuk urusan 'aku dan kamu'..oh otakku..seperti halnya pikiranku mengenai cicak anak-anak yang sekarang berlari mengejar semut terbang..sangat cetek..

sudah pernah diposting di facebook

Senin, 9 agustus 2010
21.00 WIB
Pasca sidang Karya Tulis Ilmiah

BUKAN CICAK-ING


tadi siang kuselipkan sebuah kertas kecil disela ongkos angkot leuwi panjang.aku tulis "jangan buang sampah sembarangan pak..banjir udah dimana-mana.." setelah itu aku minta diberhentikan 10meter didepan dari tempat tujuanku,supaya aku bisa langsung kabur ke belakang daripada jalan ke depan mobil dan langsung ditabrak oleh supir..

ooh ak suudzon..pdahal kali aja aku dapet balesan surat "makasih neng..akan mang ingat selalu.."

oh mang angkot..mungkin kau brpikir "aku kan cuma buang bungkus permen.." tentu saja mang..1juta orang Indonesia pun berpikir sama..ooh aku capek nulis nanti..dan harga pulpen mahal..

sudah pernah diposting di facebook

17 okt 10, bus MGI mnuju rumah Meilania, smoga byk makanan..amin

Safitri

cerita ini ingin sekali saya tulis dengan baik, lengkap dan benar..tapi susah melengkapi gambarannya dan akan panjang jadinya..

tentang sebuah keluarga di rumah yang kini sedang saya singgahi..sebuah rumah dengan 18 kamar disewakan..

backsong : roll over beethoven -the beatles-

"kaget lahir batin"..haha..begitulah sepertinya ketika saya baru pertama kali ini tinggal jauh dari rumah orangtua dan berpindah hidup bersama orang-orang yang baru saya kenal: berbeda umur, kultur, pekerjaan dan latar belakang pendidikan..terutama karena saya telah berpindah fase kehidupan..dari fase "belajar" menjadi "mengajar"

ya benar..di kampus semasa kuliah selalu saja kakak-kakak senior bilang "kalo udah terjun di masyarakat mah beda lagi"..beginilah mungkin..ya walaupun sudah beberapa kali PKL, ibaratnya saya hanya mendapat sedikit gambaran tentang masyarakat (miskin, pendidikan rendah, dll yang jelek-jelek)..dan beginilah saya saat benar-benar satu atap dengan mereka..

***

keluarga ini terdiri dari 4 personil : 1 kepala keluarga, 1 wakil kepala dan 2 orang anggota (ibu, bapak dan 2 anak..jelas?) anak pertama baru hampir menginjak usia 4 tahun dan anak kedua berusia satu koma berapa tahun..ayah tidak lebih dari lulusan SMP begitu pula ibu..ayah dan ibu bekerja sebagai penjaga rumah kost dengan fasilitas ruang tengah sebuah televisi 24 inch dan sofa kucel..

mungkin dikatakan miskin harta juga tidak, karena saya pikir banyak sekali orang yang lebih kurang beruntung dari mereka..tapi saya kurang tahu juga sih penghasilan perbulan mereka berapa..tapi dengan 2 orang anak yang belum sekolah dan tidak direpotkan dengan susu formula, saya rasa 600rb cukup untuk makan selama sebulan..dan sejauh yang saya amati pola makan mereka normal dan baik..artinya mereka tidak kelaparan dan gaji mereka lebih dari itu karena masih bisa jalan-jalan kok..

hampir setiap waktunya setiap hari, keluarga ini menghabiskan waktu di depan televisi..ayah ibu dan anak nongkrong bersama di sofa kucel itu berjam-jam..terkadang memang ayahnya bersih-bersih atau ibunya memasak, tapi kan anaknya tetep di sofa..tontonannya? wuih jangan ditanya..indosial, se ce te ve, re ce te i yang pastinya kalo ga infotainment ya sinema-tronton..

entah sejak kapan safitri enggan dipanggil safitri..dia lebih suka dipanggil "sasa cantik" dan hampir marah jika dipanggil safitri..anak ini 4 tahun kurang, perempuan, perutnya gendut, rambutnya ikal pendek, berkulit sawo matang, tinggi 100cm  dan belum sekolah..menurut pendapatku anak ini: berlagak tua, centil, dan oh my God omongannya sangat tidak lucu..

"teteh,tadi sasa ditelpon ariel".."ariel mah maunya sama sasa bukan sama teteh ghea".."baim cintanya sama sasa,kemaren baim telepon sasa mau ngasih bunga".."kemaren sasa pake baju seksi".."nanti sasa mau jadi artis"..blablabla..dengan lidahnya yang masih bengkok-bengkok..bilang ariel saja kedengerannya jadi ani..syahrini jadi syanini..

begitulah kira-kira omongan-omongan bocah itu..bagi saya itu tidak lucu (sepertinya anak-anak kostan lain pun berpendapat seperti itu)..malah kind of annoying..garila setiap hari ngedenger anak itu ngomong gitu..tapi entahlah malah dengan begitu, setiap kali, saya jadi merasa bertanggung jawab terhadapnya..merasa: inilah muridmu yang pertama wahai aku si calon guru TPA....

hingga suatu hari demi mengalihkan perhatiannya dari sinetron "nada cin*a" saya ajak dia main laptop saya..saya kasih dia mouse..eh dia malah lihat saya..bingung.."ah, so dia belum pernah menyentuh mouse" pikir saya.."tenang ini akan mudah" saya semangat..saya ajarin dia pelan-pelan, kalo saya kesel, saya sabar-sabarin (maksa)..ternyata susah..mungkin karena standar saya terlalu tinggi..ya tentu saja, karena yang saya jadikan standar adik saya yang sudah biasa melihat komputer setiap harinya..memegang mousenya dari bayi..tentu saja berbeda dengan anak ini..awalnya juga saya bingung, mau kasih dia mainan apa , karena dia belum bisa baca..akhirnya setelah saya bela-belain install encarta kids, lumayan juga dia jadi bisa main tebak suara binatang..atau main memasang gambar anatomi tubuh yang tidak membutuhkan tulisan-tulisan..very good..

lama-lama dia seneng dan ketawa-tawa sendiri dengan bangga kalo berhasil nyelesein tebak-tebakan..dan saya juga jadi tau bahwa anak ini bahkan ngga tau dinosaurus (hello..ini binatang legendaris wajib anak-anak!), nama binatang-binatang yang ga ada di sekitar dia: singa, anjing laut dll..padahal mungkin walaupun ga pernah ke kebun binatang se-enggaknya bisa beli poster 3000an yang isinya nama-nama binatang, kendaraan dll..saya semakin prihatin, dan semakin terheran-heran (jadinya sekaligus bersyukur punya bapak ibu yang mengajarkan saya banyak hal)..padahal dia hapal banget nama-nama artis..dan sekarang, sasa lumayan sering ngetok kamar saya..hehe..pengen main laptop..saya tinggalin aja dia sendirian, biar dia eksplorasi dengan klik-klik mouse..saya tidak peduli laptop saya yang kata orang tuanya "nanti rusak loh laptopnya teteh ira.." biarin!otak anak ini lebih berharga..data-data penting pun sudah saya simpan di hardisk satunya lagi..so dont worry mom and dad

what am i trying to say is..saya sangat bersyukur Allah membuat saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri dan membiarkan saya mengalami sendiri, bahwa masih banyaknya saudara-saudara kita yang belummm menyadari bagaimana cara mendidik anak dan menjauhkan mereka dari pengaruh negatif tontonan..anak-anak tidak lagi tau tentang lagu yang mengabarkan betapa menyenangkannya  sekolah dan bermain bersama teman dan layang-layang, melainkan lagu-lagu cinta apek dan itu-itu saja..cape deh..well kalau sudah begini pindahlah tanggung jawab mendidik kepada anda yang sudah membaca note ini..masih banyak loh adik-adik kita..hehe..inget ya kita sekolah bukan supaya gampang cari kerja dan cari duit untuk diri sendiri..tujuan edukasi jauuuuuuhh melebihi dari hanya sekedar materi..

what am i trying to say again is..sebagai calon orang tua..mungkin memang tidak semudah menuliskannya dan menjadikan teori..tapi belajarlah jadi orang tua yang mendidik anak dengan baik..ah cliché (cliché = a phrase or word that has lost its original effectiveness or power from overuse)..haha..tapi memang begitulah..bagaimana caranya?? jangan tanya saya..males jawabnya..saya juga belom punya anak..tapi jangan bingung-bingung..era modern kaya gini, udah ngga ada lagi alesan "nggak tau"..buku, internet dll, akses komunikasi mudah dimana-mana..jadi kalo ada yang nggak tau, bukan salah sistem..tapi karena ngga mau tau..seperti arti bacaan sholat, masih ada yg belum tau??

ini hanya sebuah cerita, pendapat pribadi dan khususnya motivasi dan semangat untuk saya sendiri..

to my lil brother "besi" : im sorry..ak terlalu sibuk di kampus..tapi pasti kamu udah pinter kan dek?? biar genetik yang bekerja.. ;p

sudah pernah diposting di facebook

cilegon, wed 02-03-2011, 10:59 am
sambil merindukan diskusi berat dengan anak-anak se-per-mentoring-an..

BOOKLING

TOKO BUKU!! entah kenapa tempat itu selalu menjadi pusat perhatianku dibandingkan toko-toko lain : toko baju, toko perhiasan, toko DVD, toko barang elektronik dan lain-lain ; selain toko makanan tentunya

sudahlah berapa banyak buku-buku yang aku taksir untuk segera aku belikan untuk anak-anakku..buku cerita Disney, komik-komik bergambar, buku kisah petualangan Enid Blyton dengan Lima Sekawan-nya, Sherlock Holmes, Agatha Cristhie, dan lain-lain..seperti yang Bapakku lakukan padaku dulu..

tapi sabar ya nak..(aku bahkan belum punya anak)..Ibu menikah dulu, baru melahirkanmu, sambil bekerja mencari uang untuk buku-buku bergambar yang bagus-bagus itu, karena tadi Ibu lihat harganya 255.000..waduh! Ibu belum punya uang kalo segitu..nanti ditambah gaji Ayahmu baru Ibu belikan..

aku ingat..selalu ingat, bahwa hobi membacaku ini pastilah sengaja ditularkan Bapakku..dulu kamar orangtuaku isinya rak buku yang berjajar tinggi-tinggi -aku lupa, sepertinya dibuat sendiri oleh Bapakku- isinya buku-buku lusuh dan lama..buku-buku bekas yang kekuningan dan bau jamur, bukunya banyaaak sekali untuk anak-anak, dan kisah-kisahnya sangat menarik..

aku ingat lagi..ketika masih kecil dan membaca..ada sebuah buku tentang seorang anak yang nekat berburu ikan paus di lautan, walaupun sudah dilarang Ibunya dia tetap pergi ke laut karena dendam pada paus itu sebab Ayahnya meninggal di lautan -kalau tidak salah ingat- imajinasiku saat membaca buku itu, benar-benar nyata, di malam pekat seorang bocah pergi ke laut sendirian membawa tombak untuk membunuh ikan paus..betapa mengerikan dan beraninya bocah itu..terbayang ombaknya yang ganas, heningnya malam dan bintang yang pasti indah..ah senangnya membaca buku

aku juga ingat, betapa menyenangkannya pergi ke rumah sahabatku saat kecil, Annisa, kemudian melongok-longok rak bukunya..buku-bukunya bagus-bagus, dia punya banyak komik dan kisah-kisah untuk anak-anak perempuan..

tunggulah anak-anakku, Ayahmu akan membuatkanmu rak buku sederhana, dan Ibu akan membelikan isinya..buku indah warna-warni dengan kisah-kisah lucu atau petualangan..tak akan Ibu biarkan otakmu penuh oleh gambar-gambar televisi yang akan menghentikan imajinasi dan kreatifitasmu..buku besar dan kecil, tebal dan tipis, untukmu anak-anakku..

"Yaa Rabb, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku, memelihara dan mendidikku di waktu kecil..aamiin"

sudah pernah diposting di facebook

27 juni 2012
19.55

'Analisis Cemaran Kimia Makanan' sebagai bagian dari TDS


Assalamu’alaikum! Masih di hari yang sama saya menulis dengan topik SKMI, tapi saya pisahkan supaya setiap bagian tidak terlalu panjang.

Seperti yang sudah disebutkan bahwa Studi Diet Total (SDT) merupakan bagian dari riset nasional yang berbasis komunitas, dan terbagi menjadi dua tahapan. Yang pertama adalah Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) yang dilakukan pada Mei-Juni 2014, sedangkan tahap kedua adalah Analisis Cemaran Kimia Makanan (ACKM) yang kurang lebih dilakukan selama dua minggu dan baru saja selesai pada tanggal 14 Oktober 2015 ini.

Kalo kamu belum sempat membaca tentang SKMI, silakan lihat di postingan sebelumnya.

Survei Diet Total atau yang disebut secara Internasional sebagai Total Diet Study, sebenarnya oleh negara-negara Eropa sudah dilakukan semenjak 2010, kemudian Amerika, Australia, Kanada, New Zealand, dll. Untuk negara-negara di Asia, sudah ada Cina, Malaysia, daaaan tidak tahu lagi. Yang jelas di Indonesia sendiri riset SDT ini baru pertama kali dilakukan. So, beruntunglah saya yang bisa ikut berkontribusi dalam riset nasional perdana ini.

Cemaran Kimia dalam makanan – sebenarnya tidak ada bahan kimia yang beracun sih, tetapi yang ada adalah KONSENTRASI bahan kimia yang dapat mengakibatkan keracunan/toksik. Karena tentu saja dalam tubuh kita pun secara alami sudah mengandung Merkuri, Timbal, Sianida dll yang sering kita dengar atau baca sebagai bahan kimia yang menakutkan. Tapi terdapat dalam tubuh kita hanya dalam konsentrasi yang keciiil sekali.

Intoksikasi akut memang pernah terjadi, seperti saat adanya insiden paparan tingkat tinggi bahan kimia. Tapi pada kenyataannya intoksikasi bahan kimia akut atau tiba-tiba sangatlah jarang terjadi. Namun bagaimana pun, paparan beberapa bahan kimia dalam waktu yang lama terhadap seseorang sering dikaitkan dengan penyakit-penyakit yang sangat serius, seperti kerusakan neurologis, kelainan atau kecacatan pada saat bayi lahir, dan kanker.

Berikut ini contoh beberapa kontaminan kimia yang berpotensi mengakibatkan kerusakan-kerusakan tadi :
1. Pestisida – klorfirifos, diklorfos, dimethoat, malathion, profenofos, triazofos, acephat, DDT, heptaklor, endrin
2. Residu hormon – dietil stilbestrol
3. Logam berat – cadmium, timbal, metil-merkuri
4. Produk samping pengolahan – poli aromatik hidrokarbon, 3MCPD
5. Mikotoksin – aflatoksin B1, aflatoksin B2, aflatoksin G1, aflatoksin G2, aflatoksin M1
6. Bahan tambahan pangan (BTP) – sakarin, siklamat, benzoat, tartrazin

duh neng! jangan mabu' mabu' an!

Analisis Cemaran Kimia Makanan dilakukan di 15 provinsi terpilih yang sekiranya dapat mewakili secara nasional. 15 provinsi tersebut adalah DI Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua Barat.

Saat training ada yang bertanya, “Kenapa tidak dilakukan di Provinsi Jawa Tengah? Padahal disana ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa di beberapa daerah di Jateng, terindikasi tinggi cemaran bahan kimia pada makanan”, saya pikir jawabannya mungkin simpel, karena uji coba riset ACKM ini sudah dilakukan di Jogjakarta, ternyata bukan! Haha! Jawabannya adalah “Justru itu..” justru karena sudah diketahui bahwa di Jawa Tengah terdapat daerah-daerah dengan resiko cemaran kimia tinggi, maka tidak diambil daerah tersebut.

Menurut FAO, salah satu panduan kita mengerjakan SDT ini, daerah rikus atau daerah resiko haruslah dihindari atau didiskreditkan sebagai wilayah sampel, karena akan terjadi dilusi data. Misalnya satu dari 15 daerah telah kita ketahui beresiko, kemudian dalam riset menghasilkan angka cemaran yang sangat tinggi, sedangkan 14 daerah lainnya menghasilkan angka yang sangat rendah. Maka angka yang sangat tinggi tersebut akan mempengaruhi data secara nasional. Oleh sebab itu daerah faktor resiko tersebut tidak diambil dalam sampel, dan sebaiknya dilakukan riset tersendiri pada daerah tersebut.

ACKM di Provinsi Jawa Barat hanya dilakukan di Kota Bandung tepatnya di Pasar Sederhana. Ada beberapa kriteria sehingga ditetapkan bahwa ACKM Jawa Barat ditetapkan di Kota Bandung, salah satunya adalah adanya laboratorium pengolahan makanan, yaitu di Politeknik Kesehatan Bandung di Jurusan Gizi (eyyy promosi!). Kemudian dari hasil SKMI 2014 didapatkan daftar bahan makanan yang tentunya semua akan tersedia di Bandung sebagai kota kuliner :))). Kenapa di Pasar Sederhana? Karena pasar tersebut merupakan pasar tradisional besar yang jaraknya kurang dari 1 jam perjalanan terhadap laboratorium pengolahan. Dalam hati sih, inginnya Pasar Ciroyom, sudah lama memendam rasa penasaran pada pasar ini, tapi belum jodoh mungkin yaa.

Sedang bertugas belanja

Kegiatan ACKM di lapangan ini dijalankan oleh satu tim yang kurang lebih berjumlah 25 orang, dibagi menjadi beberapa unit. Ada Unit inti dan administrasi tentunya yaitu Penanggung Jawab Operasional dan Teknis, Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Unit belanja, unit penerimaan, unit sub-sampling, unit persiapan sebelum pengolahan, unit pengolahan, unit persiapan sebelum pengemasan dan terakhir unit pengemasan. Saya kebagian di unit belanja dan pengolahan, yuhuu!! Jalan-jalan dan masak-masak :)))

Serah terima ikan-ikanan

Prinsipnya yang harus kami lakukan adalah mempersiapkan bahan makanan agar sesuai seperti yang dimakan orang Jawa Barat pada umumnya.

- Setelah bahan-bahan dibelanjakan dari minimal 3 pedagang per item;
- Ia diterima dan dicek apakah sesuai spesifikasi dan jumlah yang dibutuhkan;
- Kemudian bahan-bahan disatukan, dihomogenkan untuk kemudian di-sampling, diambil beberapa gram untuk dijadikan sampel bahan makanan;
- Setelah itu sampel dipersiapkan agar menjadi sesuai dengan yang dikonsumsi oleh masyarakat. misalnya diiris, dipotong dadu, diblender, dibiarkan utuh, dll;
- Kemudian dilakukan pengolahan pula sesuai dengan apa yang dilakukan masyarakat : ditumis, direbus, digoreng, diseduh, dipanggang, atau tidak diolah sama sekali, dll;
- Setelah diolah, bagian dari makanan yang tidak dapat dimakan dipisahkan dan dibuang. Misalnya ayam atau ikan yang sudah digoreng dipisahkan dari tulangnya;
- Setelah itu barulah dikemas dan dibekukan untuk kemudian dikirim ke Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan untuk dianalisis cemaran kimianya.


Jadi tujuan inti dari riset ini adalah, diharapkan riset ini secara nasional :

1. Bermanfaat untuk menyediakan data dasar kecukupan dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat.

2. Sebagai dasar kebijakan di lingkup Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat Makanan untuk membuat peraturan dalam rangka menguatkan program pangan, gizi dan kesehatan masyarakat.

3. Menyediakan data tingkat paparan cemaran kimia berbahaya pada masyarakat.

Eh ada juga loh manfaat secara internasional, riset ini akan menyumbangkan data konsumsi dunia, ada pula untuk nantinya dilakukan Harmonisasi ASEAN. Sedangkan secara provinsi, semoga dapat diperoleh informasi konsumsi zat gizi penduduk di wilayahnya sehingga mampu merencanakan program atau penelitian lanjutan sesuai dengan permasalahan kesehatan yang ada.

Bagi saya sendiri, pengalaman riset seperti ini sangat berharga untuk menambah ilmu pengetahuan tentunya, dan siapa yang tidak senang dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia? :))

Hasilnya bisa dipantau nanti di website Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI, atau di website Kementerian Kesehatan RI

Ciao!!
-Irs-


Sumber :
FAO.org
Buku panduan ACKM, Balitbangkes Kemenkes RI

Thursday, 15 October 2015

'Survei Konsumsi Makanan Individu' as a part of TDS

Assalamu’alaikum! Sudah lama tidak berbagi, hari ini kami akan membahas tentang Total Diet Study.
Have you ever heard Total Diet Study? No? Too bad.
Mengenai Total Diet Study atau Studi Diet Total (SDT) dalam bahasa Indonesia ini akan saya bahas secara sederhana saja dari sudut pandang kami sebagai salah satu pelaku studi. Yep, saya (Ira) dan Almi pernah ikut ambil bagian sebagai asisten peneliti atau pengumpul data atau enumerator di rangkaian SDT ini.
Studi Diet Total adalah sebuah rangkaian kegiatan studi yang merupakan bagian dari riset nasional yang berbasis komunitas.
Riset berbasis komunitas? Maksudnya? Bisa dibilang, riset berbasis komunitas adalah riset yang,
1. Berdasarkan Kondisi Masyarakat – riset dilakukan atas dasar permasalahan yang real terjadi di dalam masyarakat (komunitas).
2. Kolaboratif – anggota masyarakat dan peneliti sama-sama terlibat, mempunyai kendali atau berbagi tanggung jawab dan kontrol terhadap riset, semacam ungkapan “dari kita, oleh kita dan untuk kita”.
3. Berorientasi pada Action! – nah proses dan hasil risetnya haruslah berguna dan dapat diterapkan pada anggota masyarakat tersebut agar tercipta perubahan yang positif.
Kembali lagi ke SDT, SDT terdiri dari dua tahap riset, tahap pertama dinamakan SURVEI KONSUMSI MAKANAN INDIVIDU (SKMI) yang sudah dilaksanakan pada Mei s/d Juni 2014, sedangkan tahap kedua yang baru saja kami (Ira doang sih) lakukan yaitu Analisis Cemaran Kimia Makanan pada awal Oktober 2015.
SKMI dilakukan untuk memberikan data dasar konsumsi makanan masyarakat Indonesia. Nah, SKMI ini dilakukan di 34 provinsi, mengerahkan sebanyak 2.372 enumerator untuk target 51.127 rumah tangga yang dikunjungi, dan sebanyak 162.044 individu yang diwawancara. Jawa Barat tentu menjadi salah satu provinsi yang kebagian untuk dikunjungi SKMI ini.
Waktu itu saya (Ira) melakukan SKMI di daerah Kota Cimahi sedangkan Almi di Kota Bandung, iya Mi? Lalu apa yang kami lakukan dalam SKMI tersebut?
1. Mengukur berat badan, tinggi badan atau panjang badan seluruh bayi,anak dan orang dewasa dalam satu rumah tangga.
2. Mewawancarai Ibu Rumah Tangga atau anggota keluarga yang menyediakan masakan untuk keluarga tersebut tentang apa saja yang dimasak pada hari kemarin; bahan makanan yang dimasak; jumlah bahan dan bumbu; cara pengolahan masakan tersebut; dan alat-alat yang digunakan ketika proses memasak. Semacam wawancara resep, but way moooore detail.
3. Mewawancarai seluruh anggota rumah tangga tentang apa dan berapa yang dimakan dan diminum olehnya dalam waktu 24 jam, pada hari kemarin (dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali). Atau kami ahli gizi menyebutnya 24-hour Recall. Bahkan jika anggota rumah tangga membeli makanan di luar rumah, peneliti akan menanyakan dimana dia membeli makanan tersebut (merk atau toko/restoran yang dikunjungi)
4. Menghitung atau mengira-ngira (dengan panduan ya, bukan asal ngarang) jumlah atau berat bahan makanan yang dimakan oleh responden.

Setiap penelitian atau riset pasti mempunyai tantangan tersendiri, untuk saya (mungkin juga untuk enumerator SKMI lain) tantangan saat SKMI adalah tidak semua ingat tentang apa yang ia makan pada hari kemarin. Contoh saja, jika sekarang saya tiba-tiba bertanya pada anda tentang apa yang anda makan hari kemarin secara detail, apakah anda ingat?


Responden (R) : “Kemarin pagi saya bangun tidur minum air putih mbak, saya selalu minum air putih setelah bangun”
Enumerator (E) : “minumnya berapa gelas?”
R : “aduh lupa mbak, kayaknya ada segelas”
E : “gelasnya yang seperti apa?” sambil memperlihatkan buku berisi gambar-gambar alat makan
R : “aduh nggak ada yang kayak disini mbak, itu gelas yang tinggi banget, bentuknya mleyok-mleyok mbak”
E : “gelasnya masih ada bu?”
R : “wah udah dibuang mbak”
E : ……….


Itu baru bertanya tentang minum pagi. Kita lanjutkan –
R : “kalo sarapan kemarin saya beli Seblak (nama makanan) mbak”
E : “segimana bu yang ibu makan”
R : “satu plastik mbak”
E : “harganya?”
R : “aduh nggak tau ya mbak, saya dibeliin suami saya”
E : “belinya dimana?”
R : “kurang tau juga mbak, suami saya habis dines malem, pulangnya pagi jadi beliin saya seblak dulu, mungkin di daerah Padalarang”
E : “pedes bu? isi seblaknya apa bu?”
R : “pedes buanget mbak. Ada mie, sosis, makaroni yang muter-muter sama telur mbak”
E : “sosisnya segimana bu? Mie nya segimana? Makaroninya? Telurnya?”
R : “bisa gila…”


Ya itu cuma sedikit gambaran tentang detailnya apa yang harus kita tanyakan, belum lagi setelah kembali ke base camp, kami harus memperkirakan berat bumbu (garam, bawang, cabe, minyak, dll nya). Jika responden berkenan, kami akan masuk ke dapurnya, melihat alat yang digunakan untuk memasak, lalu meminta responden untuk mengambil kira-kira bumbu yang digunakan untuk kemudian kami timbang di tempat. Bahkan jika bisa dibeli oleh enumerator, maka enumerator akan mendatangi toko/restoran untuk kemudian membeli seperti yang dibeli oleh responden dan menimbang berat bahan makanan penyusunnya. Jika itu makanan kemasan maka enumerator dapat langsung melihat Nutrition Facts nya.
Jadi intinya adalah SKMI ini dilakukan untuk MEMPEROLEH INFORMASI TENTANG GAMBARAN POLA KONSUMSI MAKANAN DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI PENDUDUK INDONESIA, selain itu menyediakan informasi tentang cara, proses dan alat yang digunakan untuk memasak, serta SKMI ini bertujuan juga untuk memperoleh daftar bahan makanan atau food lists yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia untuk keperluan Analisis Cemaran Kimia Makanan.

Hasil dari SKMI 2014? Dapat anda unduh di 


Tulisan ini dapat dilihat juga di eattraffic.tumblr.com
Right next –> ACKM sebagai bagian dari TDS
Ciao!!
-Irs-


Sumber :
Buku Panduan SKMI, Balitbangkes Kemenkes RI