Saturday, 27 August 2016

5 Sec


Me : Whats on your mind?
I : Death..
Me : Why?
I : Ever thought about that guy who laid himself on a railway? How he count every second?
Me : Im curious..proceed
I : I dont know..Five seconds before he died..

5" -- He heard a guy scream.. Sweat before his forehead..
4" -- Hustle step towards him, passed him by.. His heart beat fast..
3" -- The ground shaking, hot asphalt, He already felt uncomfortable..
2" -- Train whistle, rumbling sound deafening..
1" -- Dust, and gravel before his eyes, He can only asked for God forgiveness..
0" -- Metal..

Did he feel pain? Did he immediately dead? Or he felt his limbs detached one by one, freeing themself?


28/08/2016

Tuesday, 23 August 2016

Kampus

Kembali ke tempat dimana kamu dan aku pernah menaburkan jejak. Menapak tilas setiap inci lantai yang pernah kita pijak bertahun-tahun lalu. Menyentuh setiap wajah dinding yang merekam suara obrolan, tawa dan bunyi langkah yang terburu-buru.

Aku dan kamu. Kita pernah berada dalam satu ruang dan waktu dimana kamu dan aku dalam 8 dimensi, bersama.

Setiap momentum, tidak akan pernah terasa sama. Meskipun sebuah tempat terlihat sama, sebenarnya tidak. Setiap molekul pengisinya bergerak, berubah. Aku kembali, tapi tidak ada kamu, kau, dia atau mereka. Lemari bergeser, pigura foto bertambah, tembok meninggi, pohon jambu menua, dan raga kalian tidak bisa ditemukan.

Ah! Rupanya ada! Ku temukan jiwamu dalam karya! Koran dinding, kertas-kertas, format kalender hasil pemikiranmu, pemikiran kita.

Tiba-tiba ruangan ini hangat. Bayangan manusia, kelebat-kelebat, seperti adegan film yang dipercepat. Sholat, mengobrol, lari, main basket, duduk rapat, makan. Wajah-wajah yang samar tertimpa silau cahaya.

Aku rindu, sampai jumpa!

02/02/16

Thursday, 4 August 2016

Plot Twist



They said : Men with their lies



Me : I know, i like fiction..


Wednesday, 3 August 2016

The Legend of 1900

I didnt know where i get the info about this movie. All i know is i read it in my long forgotten android notes, a movie wishlists, mentioning only the movie title : The Legend of 1900.

How do i describe this movie? About this odd man, born and died at (or 'on' or 'in' or whatever) the ship on the ocean and never set his foot on the land even once. Did i spoil the movie for you? I hope not. Played by Tim Roth when he was younger and handsome.

Nineteen Hundred (Tim Roth) is a piano prodigy at the ship. He travel his mind with his music, he creates his own music and made somekind of a life soundtrack of a person based on their appearance or attitude. I cried at the scene when he fell in love with a girl on the ship, one beautiful sound of love. I also cried at the end of the movie, darn i cried a lot. I like good movie, i like good deep story.

I watched it at my house, streaming illegally.

Now, when i go to the cinema, i always stay for the movie credits. Not just to read the cast or the movie crews (i certainly wont know whoever they were) but for rethink or reimagining the movie once more. With the scrolled down credits and the closing music, there I can compile the story, summerize and zipped it in my memory pocket or pick up whatever scene i want to keep. Because the moment Im going out from the cinema room, the memory would scraped down like a stained shirt in a washing machine.

Or not remember at all, for i easily forgetting.

--------------------------------------------

Nineteen Hundred, what my appearance sounds to you?

Naon sih, salam!

-Irs-

Monday, 1 August 2016

Pahawang 2


30 Juli 2016

kali ini aku berdamai dengan laut
aku mulai menikmati sapuan ombak
lalu tertawa terseret arus

hari ini aku berdamai dengan kehidupan
aku mulai menikmati berbagai cobaan
lalu tertawa melihat masa lalu

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Hari ini saya nggak se-penakut seperti biasanya, terimakasih buat si Rafi ganteng yang lebih penakut. Sebenernya saya takut banget sama laut, gampang panik ngeliat kedalaman. Bisa renang, tapi kalo kakinya bisa nyampe lantai atau kedalamannya cuma 2 meter lah. See the problem? Bukan nggak bisa ngambang, mental saya aja yang rada payah. Tapi karena ada yang lebih penakut, saya jadi ngerasa lebih berani dan lebih santai pas snorkling. Hehehe. You know? nggak ada penyesalan karena menjadi lebih berani! Ikannyaaaaaaaaaaaa (love-love-love), begitu roti dipegang di tangan? auwooooo! disamperin ikan warna-warni yang bejibun. Beda sama pas snorkling di Pulau Menjangan karena saya masih fokus sama rasa takut, jadi kurang menikmati dan nggak bisa jauh-jauh dari kapal.


Fiiiiiiiiiiiishhhhhhhh

Wisata Taman Nemo Lampung

hayo mana atas mana bawah? model : Tulus dan Adek

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hikmah? Apa ya..hmm menikmati tiap fase dalam kehidupan itu penting. Fase sekolah, fase kuliah, fase sebelum menikah, fase setelah menikah, fase setelah punya anak, dll. Nggak usah terlalu banyak angan-angan, berpikir “seandainya begini” “seandainya begitu”. Kalo berandai-andai itu bisa jadi motivasi untuk mengejar sesuatu sih nggak apa-apa, tapi kalo berandai-andai dan cuma jadi alasan untuk nggak bersyukur ya ngapain??

ban meletus, semacem cobaan di perjalanan yang harus diambil hikmahnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Marriage. Euh balik lagi ye ke topik ini, sorry. Habisnya kemaren di jalan saya jadi mikir bahwa untuk menuju ke situ (pernikahan) seseorang pasti banyak mengorbankan hal-hal yang dia senangi.

               Egoisme – ya menyerah pada ego pribadi dan memikirkan manusia di luar dirinya sendiri memerlukan pengorbanan yang besar. Saya nggak bisa lagi menjadi impulsif, tiba-tiba spontaneously ambil keputusan malam ini bahwa besok saya pengen jalan-jalan ke tempat yang jauh.

               Desire. Ambition – pun adalah nyala api yang harus dipadamkan jika itu tidak sesuai dengan cita-cita bersama. Kompromi atau retreat.

Hobi – sebuah kesenangan yang mungkin tidak bisa digantikan oleh kebersamaan (mungkin). But you gotta give it up, apalagi kalo bagian istri yang harus dapet izin suami. So maybe having the same hobby with your spouse can be a little helping.

               Dan lain-lain –

Jadi jangan pernah berpikir bahwa cuma kamu saja yang berkorban Ra. Setiap orang mengorbankan dirinya masing-masing, pasti ada sesuatu yang seseorang senangi yang dikorbankan untuk bisa bersama dengan orang lain.
 
kursi kontemplasi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Because deep inside I am a free soul. If I am a bird, I don’t do nest. I fly and fly and fly from one tree to another and never set my little feet to the same tree again.

Ini ayam sih bukan burung juga
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apasih ini tulisannya random banget nggak terstruktur –  maaf ya   iya nggak apa-apa

Pahawang 1



Diajak. So this is agak-agak lucu sih buat saya. Baru banget pulang pelatihan tanggal 28 Juli sore, begitu nyalain handphone yang mati dari siang eh dapet private message Instagram dari si deboy yang sekarang kerja di jakarta. Isi PM nya itu postingan ajakan open trip dari @bogorjuara ke Pulau Pahawang buat tanggal 29-31 Juli. Kebetulan tanggal riset yang bakal saya lakuin mundur sampe tanggal 8 Agustus (sigh! gitu deh emang kalo riset dari Kementerian suka nggak jelas tanggalnya. Sampe berakhir pelatihan pun kadang-kadang tanggalnya belum pasti). Nah, buru-buru kan saya telpon si deboy, eeee malah dianya yang ragu-ragu. Iya sih seninnya dia kerja kali, jadi ngeliat itinerary yang agak mepet ke pagi hari dan khawatir bis arah ke bandara (dia ngekos di sekitar Bandara Soetta) udah nggak ada, akhirnya dia putuskan buat nggak ikut.

Pahawang Island -- Piece of Paradise


Impulsif. Well i must say no one stopped me (seneng tapi agak-agak sedih juga kagak ada yang nyuruh diem di rumah aja nyuci-nyuci baju, heheh). Nggak ada janji pula, nggak ada agenda kerja, terus pergi sendiri udah biasa sih ya ngetrip-ngetrip gini. Langsung saya hubungin contact personnya sambil cek-cek testimoni dari orang-orang, takutnya tipu-tipu kaan. Nggak lama kemudian, jam 22.00 an saya kirim foto bukti transfer said "We're in!". We?? He em saya sama adek saya, kasian dia belom pernah snorkle-snorkle cantik di laut. Iya, kalo dipikir saya sering sekali bertindak impulsif. "Carpe Diem" untuk pembenaran :p .

Open Trip. Ya kalo buat ciwi-ciwi atau sendirian banget mending ikut agen open trip terpercaya aja sih, mungkin beda ongkosnya nggak jauh-jauh amat lah dibandingkan resiko nyasar dan itungan kalo sewa-sewa kendaraan sendiri. Pake open trip emang jadinya kurang private, dan apa-apa harus sepakat sama yang lain. Tapi kalo nemu temen trip yang super asik, i guarantee the journey is way more better. And we did! Ketemu sama dua pasang orang asing : Arif “Om” dan Yusi “Tante”, Firman “Tulus” dan Rafi si Pemain FTV, Hadid “Adek” dan saya sebagai “Teteh”. Dipersatukan oleh kesamaan penderitaan, immediately we bonding. Lucu soalnya tim lain yang ngeliat langsung nyangka kita keluarga beneran, padahal boro-boro, baru ketemu ya di Merak itu. Saking akrab dan ngocol-ngocolnya kali ya.




Perjalanan. Yang pertama, jelas harus cari agen Open Trip (OT) yang terpercaya. Googling pake keyword-keyword "penipuan" atau apa kek ya. Kami janji ketemu di Pelabuhan Merak jam 23.00, kebayang sih kalo ditipu sedih pisan nongkrong di Merak malem-malem jauh dari rumah. Ke Merak naik bis jurusan Bandung-Merak dari terminal Lw Panjang di Bandung. Bebas merknya ada Arimbi, Laju Prima, Primajasa dan lain-lain, buat saya sih sama aja, ongkos Rp 85.000 sama. Kira-kira waktu tempuh enam jam udah plus macet panjang sekitar pintu tol Cikarang Barat. Udah ketemu rombongan sebanyak delapan orang kita nyebrang Selat Sunda naik Ferry yang jadwalnya 15-30 menit sekali dengan waktu tempuh 2,5-3 jam dan ongkos dewasa Rp 13.000 (udah include di paket OT nya). Sampailah kami di Pulau Sumateraaaaaa kyaaaaaa!! \(*____*)/ (*dengan mata berbinar-binar). Kampring pisan, im easily amazed.

Sumatera. This is the first time i went to Sumatera. Ooooo the land of Abang-Abang galak idaman. Ya walopun kagak jauh-jauh amat Sumatera nya masih di bawah keneh. Saya tuh seneng banget kalo bisa ke luar Jawa, rasanya super duper excited. Pernah sih ke luar Jawa : Bali sama Madura tapi daerah situ kan masih kerasa Jawa nya -- jadi kurang greget! Sumatera. Tempat dimana ada DI Aceh (ay!), deket ke Bangka Belitung, apa pun lah. Dari Pelabuhan Bakauheni kami naik mobil sewaan langsung ke Pelabuhan Ketapang selama kurang lebih tiga jam. The view? omoooooo! It was magical (or im just easily amazed by new things sih, dududu).


Siger khas Provinsi Lampung, versi mini nya banyak ditempel di gedung-gedung perkantoran karena jadi peraturan daerah
Masih Jawa. Ternyata, sampai di Pulau Pahawang nelayannya bisa bahasa sunda, yang punya homestaynya juga bisa bahasa Sunda. Araraneh kiyeu. Jadi terkecuali Bang Mad (supir) yang telpon-telpon-an pake bahasa sumatera dan suasana alamnya, semuanya masih kerasa Jawa nya. Kayaknya perginya kurang jauh  -________- Harusnya ke Palembang, cari jodoh di sana.

The Locals. Saya kalo liburan tetep masih berjiwa peneliti, dan tetep nggak suka sama pertanyaan sampe saya temukan jawabannya. Daripada hanya ber-selfie ria (yang dimana tiap hari juga saya bisa liat muka saya sendiri di kaca) saya lebih suka ngobrol sama orang lokal tentang daerahnya. Di Pulau Pahawang itu belum ada listrik PLN, sehari-hari mereka menggunakan gen-set yang dinyalakan dari mulai maghrib sampai jam 12 malam. Satu gen-set untuk 10 rumah, dengan 10 liter solar per hari. Jadi kira-kira 1 liter per hari per rumah, sedangkan di situ harga solar per liter adalah Rp 10.000. Tapi si Ibunya sih bilang kalo patungan listrik per bulan cuma Rp 120.000, terus kalo lagi banyak tamu atau weekend gini bayar lagi Rp 25.000 per hari. School? lengkap! Di satu pulau ini cuma ada satu kelurahan, kira-kira 700-an kepala keluarga. Sekolah TK, SD, SMP dan SMA ada. Hanya saja orang tua lebih suka menyekolahkan SMA anaknya di luar pulau, karena katanya guru SMA disini tinggal di luar Pulau Pahawang sehingga jarang masuk alias suka mbolos. Pulau Pahawang dikelilingi pantai, kalo mengelilingi pulau pake motor bisa makan waktu satu jam, gih itung deh kira-kira luas pulaunya. Di tengah-tengah pulau ada perkebunan buah naga merah yang hasilnya dikirim ke luar pulau. Nyam! sayang sekali kami terlalu sibuk wisata bahari dan tidak sempat jalan-jalan di pulau.