30 Juli 2016
kali ini aku
berdamai dengan laut
aku mulai menikmati
sapuan ombak
lalu tertawa
terseret arus
hari ini aku
berdamai dengan kehidupan
aku mulai menikmati
berbagai cobaan
lalu tertawa
melihat masa lalu
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini saya nggak
se-penakut seperti biasanya, terimakasih buat si Rafi ganteng yang lebih
penakut. Sebenernya saya takut banget sama laut, gampang panik ngeliat
kedalaman. Bisa renang, tapi kalo kakinya bisa nyampe lantai atau kedalamannya cuma 2 meter lah. See
the problem? Bukan nggak bisa ngambang, mental saya aja yang rada payah. Tapi
karena ada yang lebih penakut, saya jadi ngerasa lebih berani dan lebih santai
pas snorkling. Hehehe. You know? nggak ada penyesalan karena menjadi lebih
berani! Ikannyaaaaaaaaaaaa (love-love-love), begitu roti dipegang di tangan?
auwooooo! disamperin ikan warna-warni yang bejibun. Beda sama pas snorkling di
Pulau Menjangan karena saya masih fokus sama rasa takut, jadi kurang menikmati
dan nggak bisa jauh-jauh dari kapal.
 |
| Fiiiiiiiiiiiishhhhhhhh |
 |
| Wisata Taman Nemo Lampung |
 |
| hayo mana atas mana bawah? model : Tulus dan Adek |
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hikmah? Apa ya..hmm menikmati tiap fase dalam kehidupan itu penting.
Fase sekolah, fase kuliah, fase sebelum menikah, fase setelah menikah, fase
setelah punya anak, dll. Nggak usah terlalu banyak angan-angan, berpikir
“seandainya begini” “seandainya begitu”. Kalo berandai-andai itu bisa jadi
motivasi untuk mengejar sesuatu sih nggak apa-apa, tapi kalo berandai-andai dan
cuma jadi alasan untuk nggak bersyukur ya ngapain??
 |
| ban meletus, semacem cobaan di perjalanan yang harus diambil hikmahnya |
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Marriage. Euh balik lagi ye ke topik ini, sorry. Habisnya kemaren di
jalan saya jadi mikir bahwa untuk menuju ke situ (pernikahan) seseorang pasti
banyak mengorbankan hal-hal yang dia senangi.
Egoisme – ya
menyerah pada ego pribadi dan memikirkan manusia di luar dirinya sendiri
memerlukan pengorbanan yang besar. Saya nggak bisa lagi menjadi impulsif,
tiba-tiba spontaneously ambil keputusan malam ini bahwa besok saya pengen
jalan-jalan ke tempat yang jauh.
Desire. Ambition –
pun adalah nyala api yang harus dipadamkan jika itu tidak sesuai dengan
cita-cita bersama. Kompromi atau retreat.
Hobi – sebuah kesenangan yang mungkin tidak
bisa digantikan oleh kebersamaan (mungkin). But you gotta give it up, apalagi
kalo bagian istri yang harus dapet izin suami. So maybe having the same hobby
with your spouse can be a little helping.
Dan lain-lain –
Jadi jangan pernah berpikir bahwa cuma kamu
saja yang berkorban Ra. Setiap orang mengorbankan dirinya masing-masing, pasti
ada sesuatu yang seseorang senangi yang dikorbankan untuk bisa bersama dengan
orang lain.
 |
| kursi kontemplasi |
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Because deep inside I am a free
soul. If I am a bird, I don’t do nest. I fly and fly and fly from one tree to
another and never set my little feet to the same tree again.
 |
| Ini ayam sih bukan burung juga |
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apasih ini tulisannya random banget nggak terstruktur – maaf ya – iya nggak
apa-apa