Monday, 16 November 2015

Malu Ah!

16/11/2015
Saya pengen banget, nulis yang baik-baik, maksudnya berkualitas gitu, apa kek, tentang middle east, tentang gizi, tentang cita-cita, tentang mengasuh anak. Tapi balik lagi ke cinta-cintaan! Rasanya payah banget! Tapi emang cinta itu suatu energi yang sangat besar sih, nggak bisa di nafik-kan. Banyak sekali kejadian-kejadian hebat yang di’bahan bakar’i oleh cinta. Jadi aja kembali lagi ke situ, sayang aja cinta saya mah belum bisa menjadi kompor untuk sesuatu yang hebat. Ya apalah saya ini sadar diri.
Tapi ini yah contoh

Kita mengamati kehidupan, kehidupan diri sendiri, terutama kehidupan orang di sekitar untuk bahan gosip. Pernikahan itu ngeri. Ngeri. Permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi sebuah rumah tangga nantinya. Pernah saya tanya ke diri sendiri
“Apakah kamu nanti akan mempertahankan pernikahan, semenggebu saat memulainya? Ra?”
Seorang hafiz, cerai. Guru, cerai. Ibu rumah tangga, cerai. Karyawan, cerai. Nggak ada batasan pekerjaan, tingkat ekonomi, tingkat kesalehan untuk cerai. Nggak ada juga yang mau cerai, kan? Mana ada yang nggak klepek-klepek liat film UP, Carl cinta sampe meninggalnya Ellie. Ah. Tapi lihat sekitar, tetangga kanan-kiri, tua-muda siapa saja bisa berpisah. Yang pacarannya lama, yang bertemu sebentar dadakan, yang pacarannya romantis atau yang gokil. Hih, ngeri!
Nggak tau, saya sebagai yang belum berpengalaman juga cuma bisa ambil hikmah. Saya mah diceritain Ibu aja, bukan ikutan ngegosip, Ibu juga nyeritain hikmahnya doang nggak pake komen-komen.
Yang saya waspadai dari sekarang sih, sosial media. Kalo nanti ada manusia laki-laki nikah sama saya, mau nggak akun-akun sosial media kita delete, terus diganti baru punya berdua? Jadi satu aja punya berdua, jadi kalo nanti ada temen si manusia laki-laki nyapa, otomatis dia juga nyapa saya, vice versa. Dan kalo manusia laki-laki tiba-tiba punya akun sendiri tanpa saya tai, itu artinya aneh. Aneh kan? Ya akun berdua ini bukan semata mencegah yang nggak-nggak sih, saya juga nggak posesif amat orangnya (kayaknya). Akun kaya gini bagian dari cita-cita jaman dulu, ingin menulis bareng! Seru aja punya akun berdua! Heh! Kalo perlu satu hape berdua! Biar gadget nggak mencuri waktu kita.

“So quiet, another wasted night
The television steals the conversation
Exhale, another wasted breath
Again I go unnoticed”
Dashboard Confessional – Again I Go Unnoticed

Kakakku Dinar Maria dan Chairul Basir, semoga Allah memberkahi rumah tangga kalian, menyatukan yang terserak dari kalian berdua, bersatu dengan baik sampai akhir hayat, menjadi jodoh di surga dunia dan di surga akhirat. Aamiin! 
Mungkinkah keponakan aku nanti kaya Anpanman kelamaan di oven?!

No comments:

Post a Comment