Saturday, 20 September 2014

Menuju Indonesia Sehat Kopyor 2050

aslinya hati ini galau, pikiran kacau, irama jantung gak menentu, perut sering mencelos, inginnya bilang sama semua orang bahwa gw sedang bahagia, sekaligus nyiapin diri buat sedih, eh ikhlas..dalam 6 bulan semua kemungkinan itu bakal ada..selalu ada kemungkinan bahwa suatu hari dia akan bilang "maaf ra, kayaknya ak ngerasa kurang cocok sama kamu..silakan kamu jalan dan berproses dengan yang lain"..oke oke..

Jadi begini, suatu hari di kecamatan bululawang yang panas tiada terkira..tersebutlah tukang es kopyor yg mangkal tiap hari di depan puskesmas..

eh sbentar, saya kasih tau dulu hakikat cinta yg sy tau..cinta itu semacem pengen maju bersama gitulah (indira, 2012)..

kemudian, jatuh cintalah saya sama es kopyor itu..jatuh cinta yg disebabkan suatu keadaan yg mendesak, atau accidentally in love..sebabnya hawa panas tentu..

pertama beli..inilah urutan gerakan tangan telanjang abangnya : garuk2 idung - nyerut es - pegang uang lecek - nyerut es - garuk2 tangan..

stengah gemetar dan terharu, sy sodorkan 2000 an sambil berlalu bawa lari kopyor..sungguh bang sambil minum es sy sungguh terbayang abang..

tangan abang yang..*sigh*..oh bang joroknya abang..padahal tiap hari sy pgn ktemu abang, beli es kopyor bang..serius bang enak!

akhirnya karena terlanjur cinta, saya putuskan untuk menjerumuskan abang kopyor kedalam lembah higienis GMP..

"pak mau sy kasih saran ga?" *tertegun* "kan es kopyornya enak bgt y pak..tp nyerut esnya jgn lgsg pake tangan pak.."

"tadi kan habis pegang uang..kan uang kotor pak..biar makin banyak yang beli kalo liat bapaknya bersih..mungkin bisa pake plastik" *muka tertohok* dalem hati, aduh salah ngemeng apa ya..

akhirnya abangny angkat bicara "oh iya mbak, terima kasih sarannya, iya saya terima sarannya makasih loh mbak.." *abang senyum confident,saya kabur*

teman saya yg kurang ajar, bukannya ngedukung gerakan Indonesia sehat 2050 malah mencerca dan ngakak..

kaocha : "abangnya sakit hati lu ra, tadi mukanya gak terima gitu, agak2 bete, kan dia kan orang jawa, jadi ga biasa dicablakin gitu" <-- kaocha rasis

emang ya, enggak tau, maap2 nih, disini pedagang makanan suka jorok..apa2 ngambil makanan dipegang sama tangan..kan geleh..

asumsi kami orang yang ke-barat2-an "oh mungkin krn orang jawa, jd dkasih makan kaya gt nerimo aja gabisa marah, paling ngedumel"

ah sehari dua hari berlalu..rasa rindu karena cuaca kemudian mendera..tapi apa daya, malu aku bertemu lagi sama abangnya..cara titip beliin kurang berhasil..

akhirnya ya sudahlah, anggap kemarin itu sedang intervensi permasalahan, sekarang waktunya monitoring dan evaluasi..harus berani!

"pak beli satu.." *saya nunduk, abang nunduk, kaocha nahan ketawa*.."sruk..sruk..sruk.." suara es diserut..saya ngintip..eh abangnya pegang es pake plastik sodara2!! *ira ocha nahan ketawa*

kembali ke puskesmas bawa kopyor higienis.."gimana kaocha?sukses kan intervensi kita?!" *antusias* "hahaha, kayaknya sih cuma ke kamu aja ra, soalnya abangnya pake plastik kresek yang baru, nyerutnya" -_______-

oh abang, dirimu sudah kucintai sepenuh hati..kau tidak terima..taukah abang, berapa banyak anak yg nilai ujiannya C+ gara-gara sakit perut ga konsen waktu ujian habis minum es kopyor?? saya juga kurang tau bang..

evaluasi kedua -- mba rini beli es kopyor juga..ira : mbak abangnya nyerut esnya pake plastik ngga??..rini : enggak tuh, biarin ah kali2 minum es coli.. -____-

hancur hatiku, benar sudah kenyataan bahwa kau pilih kasih padaku dalam menyerut es..yaudahlah bang..semoga sukses!!

padahal bang, sy harap abang sediain satu plastik aja..satuuu per hari..buat pegang es itu..

bakteri susah mati kalo di makanan yang tanpa proses pemanasan..kebayang sambil nunggu pembeli abang ngupil, pegang uang, pegang kursi di puskesmas..

terus abang kebelet, terus abang garuk2 kepala..dan waktu pegang es, abang belom cuci tangan!! cuma lap-an..justru di lap yg ga dicuci2 itu sarangnya kuman bang..

mending bang kalo sakitnya diare doang sehari..lah abangnya jualan di depan puskesmas..penyakitnyaa itu loh bang..

sebenernya saya cinta bang..tapi mau gimana lagi..mungkin cara penyampaian saya juga yang kurang dimengerti..mengapakah saya kasih saran begitu, kemudian sebab akibat..

oke pemirsa, itulah sekelibat pergulatan saya sebagai tenaga, kesehatan khususnya bidang makanan..see you then Indonesia Sehat *wink*

ditulis tanggal 25 Oktober 2012

Tuesday, 16 September 2014

TEMAN YANG LAIN

saat dirimu sedang jenuh dengan pertemanan..dengan manusia di sekitarmu..

bagaimana jika kau mencari spesies lain untuk dijadikan teman?

jika aku sarankan binatang untuk menjadi temanmu, sebab mereka mendengarkanmu dengan kontak mata yang penuh dan hanya membocorkan rahasiamu pada binatang lain namun tidak pada manusia..itu kelebihan mereka..kemudian setelah mereka mendengarkan kesedihanmu,mereka menghiburmu..namun kau harus memberi mereka semacam makanan imbalan karena telah mendengarkanmu..

jika aku sarankan sebatang pohon tua untuk menjadi temanmu, sebab mereka kelihatan bijaksana, teguh dan kekar..sangat cocok bercerita sambil menyandarkan dirimu pada mereka..walaupun kau tidak melakukan kontak mata dengannya namun mereka mendengarkanmu dengan seksama..mereka cenderung pendiam..namun mereka jarang memberikanmu solusi langsung..mereka hanya menyediakanmu waktu dan tempat untuk memikirkan solusi masalahmu dengan tenang..

jika aku sarankan batu, sebab ia rela disakiti, dilempar dan ditendang ketika kau sedang benar-benar kesal..ia mau membantumu memecahkan kaca rumah musuhmu atau melukai kepala musuhmu..namun ia terlalu keras dan tidak menerima teman yang melankolis sepertiku..

jika aku sarankan angin untuk menjadi temanmu, sebab mereka membawa pergi kesedihanmu..mereka melakukan kontak fisik penuh, membelai punggungmu..mengeringkan air mata di pipimu..namun mereka sulit ditemui, untukmu yang berada di perkotaan padat penduduk lebih baik tidak menjadikannya satu-satunya temanmu..

jika aku sarankan hujan untuk menjadi temanmu, sebab mereka membuatmu menjadi diri sendiri dengan membuat bajumu semakin transparan..menyembunyikan tangismu,baik sekali..membuat hatimu bersih dengan guyurannya..membuatmu tertawa dengan gelitiknya..tapi ia seperti angin, tidak selalu ada saat kau butuhkan..

mungkin jin? ah tidak imbalannya terlalu besar..

08/03/2012

KHALIF


kamu itu orang yang nggak cocok dengan prinsipmu..

ah masa sih? maksudmu apa? kupaksakan raut wajahku datar..apa aku terlalu keren untuk jadi orang baik?? Dengan gestur tanda kutip dengan tangan pada penekanan kata baik, kupaksakan gurauan..

bukan..bukan itu maksudku..hanya saja......ia terhenti, lalu menatapku dari atas sampai bawah.. ah sudahlah, tidak jadi.. antara segan atau seperti akan percuma jika dikatakan, aku tidak tahu..

hahaha..kamu ini kurang ajar.. kataku tanpa ingin bertanya lebih lanjut.. aku tahu itu adalah sebuah teguran untukku.. ia mencoba mengkritikku atas yang telah matanya lihat dan yang otaknya pikirkan.. mungkin karena sensasi yang berbeda dari keduanya, berlawanan..

ia tidak pernah salah dalam menilai orang..5 tahun sudah aku berteman dengannya dan aku merasakannya seperti cenayang yang merangkap psikolog..bahkan mungkin detektif..ia adalah observer makhluk bernama manusia..

dan sudah 5 tahun pula aku heran, masih ada orang yang bertahan untuk tetap bersamaku..ia temanku, kami tidak berpacaran, meskipun sering disangka begitu oleh sebagian kenalan kami..
aku bertemu dengannya saat masih SMA, kelas 3..aku tidak punya teman, anggap saja begitu..aku terlalu independen, ujarnya, suatu hari disaat aku mempertanyakan kesendirianku..setiap makhluk perempuan harus punya geng..ia bercanda..dan kamu tidak punya..hahaha, makhluk perempuan macam apa kamu ini?!

tapi ia tidak pernah meninggalkanku..ketika lulus SMA kami masuk di universitas yang sama, tapi ia mengambil fakultas teknik dan aku mengambil fakultas ilmu budaya..ia menjadi mahasiswa yang brillian, meraih IP tertinggi, ikut organisasi pecinta alam, unit sepakbola, dan aktif pula di senat mahasiswa..sedangkan aku..hahaha, aku biasa saja..IPK hanya 3.1 , dan sedikit aktif di senat jurusan.. setiap ia ingin pergi, ia selalu mengajakku, setiap jam istirahat, ia selalu ke kantin jurusanku.. apapun ia ceritakan padaku.. ia tidak punya pacar, tapi aku tahu ia naksir seorang gadis manis dari fakultas sebelah.. kebetulan ia adalah adik kostku

pernah suatu kali aku bertanya kenapa tidak dia utarakan saja perasaannya, aku sangat siap membantunya dalam usaha pedekate nya..tidak perlu katanya..hal-hal seperti itu bukan untuk diperjuangkan saat ini..sambil mengibaskan proposal skripsinya seperti kipas..lalu kami tertawa bersama

Aku? Naksir dia?? Tidak pernah sepintas pun terpikir begitu..  hei tak bisakah kalian melihat persahabatan antara lawan jenis dengan biasa saja? Aku benar tidak naksir dia.. maksudku aku benar-benar tidak punya keinginan untuk menjadikannya suami suatu hari nanti.. Cinta padanya? Sayang? Tentu saja.. ia sahabatku.. kami saling menjaga dan menyemangati.. tak pernah ada perbincangan tentang ini, kami sepakat untuk bersama dan membiarkan perasaan ketergantungan untuk tumbuh.. tapi aku juga naksir berat dengan orang lain.. seseorang yang sangat berbeda dengan Khalif..

***

Kamu itu orang yang nggak cocok dengan prinsipmu..
Aku menolak berjabat tangan dengan yang bukan muhrim, aku menolak diajak tos olehnya, pernah satu kali ia menjebakku, memegang tanganku dengan paksa dan erat-erat supaya aku tidak bisa melepaskannya, aku meronta menendang-nendang kakinya sambil tertawa.. perasaanku sesungguhnya marah dan kesal, tapi aku tidak bisa menahan tawa karena aku mengerti perasaannya yang mungkin merasa gemas dan kesal, setiap ia mengajakku toss di depan semua orang dan aku hanya berdiam saja mematung.. padahal ia tahu, padahal ia sudah hafal bahwa tak mungkin aku membalas high five nya.. tapi ia selalu saja mencoba lagi barangkali aku berubah pikiran.. dan itu lucu menurutku.. dasar idiot!! hardikku setelah itu.. lalu wajahku dibuat merah olehnya setelah dia berkata, masa akhwat omongannya kasar begitu.. kemudian dia tertawa puas..

Kamu tahu? Khalif agnostik, dan aku sangat percaya bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar.. seringkali kami berdiskusi tentang ini, aku menganggap dia sombong dan dia menganggapku kelewat fanatik.. aku menganggap dia golongan kiri dan dia menyebutku sayap kanan.. and yet, itulah kami, lagi-lagi makan di kantin bersama, tertawa dan bersepeda bersama lagi..

lalu suatu hari ketika kami sedang makan bersama di kantin

Kikkomaan dan Mon di Palung Laut

"Apa ini pasar malam?"
"bukan ini palung laut.."
"indah sekali penuh cahaya.."
"iya.."
"apa kau cumi-cumi yang kutemui di mimpiku??"
"bukan aku ubur-ubur, mari kuantar kau ke tempatnya.."

"heii tungguuu!! jangan cepat-cepat aku tidak membawa kaki bebek ku.."
"oh iya maaf.."

"wah sudah mulai gelap disini.."
"iya kita sudah menjauh dari keramaian pesta makhluk laut.."
"aduh aku tidak bisa melihat.."
"oh maaf, aku lupa menyalakan lampu.."
"waaah!! kau luar biasa cantik!!.."
ubur-ubur tersipu malu "ayo lekas! jangan buang waktu, mudah-mudahan kita bisa kembali tepat waktu dan dansa ubur-ubur belum selesai.."

 sumber : http://rebloggy.com/post/beautiful-dark-underwater-blue-colorful-jellyfish-glowing-jelly-fish-sea-life-oc/45861048043

***

begitulah sepenggal percakapan antara kikko dan ubur-ubur di palung laut.. hmm sedang apa kikko disana?? rupanya ia sedang mencari adiknya yang diculik oleh kambing laut.. marilah kuceritakan kisah sebelumnya..

***

“Kakak! Aku lapar!” Teriak Mon.. “urrrrrgh..wswswsw..krrrrr” .. “kakak kau bilang apa?tidak jelas..” kata Mon sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kikko yang setengah terlelap.. akhirnya sambil menguap, mengulet dan mengkucek-kucek mata Mon duduk dan terbangun dari tidurnya.. “haduh Mon, kau kan baru belajar kata lapar kemarin, memangnya kau sudah benar mengerti kata itu?? Sejak kemarin kau terus saja bilang lapar, tapi ketika kuberi kau susu dan apel kau malah geleng-geleng..”

Mon adalah adik kandung dari Kikko, usia mereka terpaut 8 tahun, kini Kikko berusia 10 tahun dan Mon berusia 2 tahun.. Mon belum lancar berbicara, sehingga setiap hari ia harus belajar satu kata baru.. sampai hari ini ia sudah belajar 780 kata, dan lapar adalah kata yang baru dipelajarinya kemarin.. sebelumnya setiap ia benar-benar lapar, ia hanya akan mengusap-usap perutnya didepan Kikko, dan Kikko langsung mengerti maksud adiknya tersebut..

“Kakak aku lapar..” kata Mon lagi, melihat Kikko hanya duduk saja.. “Mon ini tengah malam..apa kau benar-benar lapar?” setengah kesal Kikko menjawab, karena tidak biasanya adiknya lapar di tengah malam begini dan membangunkannya.. “Kakak aku lapar..” “baiklah, baiklah Mon..ayo ikut aku..” akhirnya Kikko turun dari kasurnya yang berisi rempah-rempah. Ya jika di rumahmu kasur berisi busa, kapuk atau per, maka di Negeri Antah Berantah ini kasur berisi berbagai macam rempah-rempah kering. Ada kapulaga, thyme, adas, bunga angkak, kayu putih, karum, katomi khas Negeri Antah Berantah dan rempah-rempah lain. Selain mencegah lintah mendekat ketika sedang terlelap, kasur ini juga membuat kita tertidur nyenyak karena harumnya.

Kikko dan Mon berjalan keluar kamar menuju dapur sambil memegang lentera berisi batu bintang yang bersinar sangat terang. Semenjak orang tua mereka meninggal Kikko dan Mon hanya hidup berdua, tapi tetangga-tetangga mereka yang sangat baik selalu membantu menjaga dan mengawasi mereka.

KIkko mengamati rak penyimpanan susu dan terheran-heran “Mon kenapa susu rumputmu sudah habis?? kemarin baru saja kita menggiling rumput di rumah penggilingan Pak Kucyang..” dengan mata yang terbelalak karena terkejut Mon menggeleng “tahu tidak Kak..” maksudnya Mon tidak tahu.. “apa kau menumpahkannya??” “tidak..” Mon menggeleng lagi.. “hmm.. aneh..” kemudian mereka berkeliling dapur mencari sisa buah-buahan tadi sore. “ah ini Mon, semangka ungu kesukaanmu..” Mon pun kemudian makan sambil lahap, Kikko hanya melihat Mon sambil terkantuk-kantuk kemudian tertidur di meja makan. “Kakak aku lapar..” setengah kaget Kikko terbangun “apa-apaan Mon?? kau baru saja makan 5 potong semangka ungu dan kau sudah lapar lagi?! Sini kupegang perutmu!” Kikko pun memegang perut Mon dan mendapati perut adiknya masih lembek seperti belum makan. “Mon apa yang terjadi? Aneh sekali perutmu, apa kau sakit?” “tidak..” Mon menggeleng.

Karena sisa buah sudah habis, Kikko terpaksa memotong wortel dan brokada, sejenis brokoli tapi berwarna merah persia, kemudian merebusnya sebentar. “baiklah Mon, ini yang terakhir.. aku sudah sangat mengantuk, seharian tadi kita bermain di Danau Baiwata, masa kau tidak mengantuk juga?” ia berkata setengah kesal, sambil mengaduk panci yang mendidih. “iya..” jawab Mon, kemudian ia menghabiskan sayuran rebusnya dengan sangat cepat sambil diawasi oleh Kikko yang mengamatinya dengan heran. Setelah habis mereka pun kembali ke kasur rempah mereka yang renyah dan wangi. “tidurlah Mon, besok kita akan membantu Pak Limpik memberi makan burung-burung nya..” tapi Mon tidak menjawab, rupanya ia sudah tertidur lelap.

Keesokan harinya...

 

sepotong khayalan - 2:20 PM 1/13/2013

Friday, 5 September 2014

Tidak Ada Lagi


“Tak ada lagi yang tersisa dari kenikmatan hidup, kecuali 3 hal: 1. Saudara yang kau selalu dapatkan kebaikannya; bila engkau menyimpang ia akan meluruskanmu, 2. Sholat dalam keterhimpunan (hati, jasad dan pikiran) kau terlindungi dari melupakannya dan kau penuh meliput ganjarannya, 3. Cukuplah kebahagiaan hidup dicapai, bila kelak tak seorangpun punya celah menuntutmu di hari kiamat.”

–Hasan Al Bashri-

Waktu untuk Bapak Tua

Hari sudah hampir sore, suasana gelap ditambah dengan awan mendung yang menggumpal diatas kepala. Sebuah toko jam 3,5x8 meter dengan 12 lampu 40 watt yang hanya dinyalakan 6 buah saja.


Berjajar jam duduk serta jam dinding dari berbagai ukuran, bentuk dan warna di dinding maupun etalasenya. Rapi dan berdetak. 


sumber : http://www.elegantwedding.ca/2014-01-22/inspiration/emerald-green-elegant-wedding/


Pemilik toko tersebut adalah seorang bapak tua dari etnis cina, sedang duduk, terlihat termenung dan bermuka sendu. Rambutnya hitam tebal dengan sisiran rapi, tidak berjanggut namun berkumis sewarna dengan rambutnya. Kulitnya putih dan bersih, perawakannya masih tegap di umurnya yang sudah menginjak 60 tahun. Memakai kemeja putih yang dimasukkan kedalam celananya dan diberi ikat pinggang yang bersinar karena braso. Tapi yang agak aneh, ia memakai jam tangan, untuk apa toh? Di sekitarnya banyak jam, ia tidak akan mungkin lupa waktu. Benarkah begitu??

***

Aku adalah sebuah jam dinding. Orang bilang aku cantik dan misterius.. ditaruh tepat di tengah-tengah toko, aku menjadi pusat perhatian pertama orang-orang yang baru memasuki toko.. aku terbuat dari kayu rosewood yang diraut dengan cantik sekali, seratku terlihat meliuk-liuk dalam perbedaan warna.. bentukku bulat, sempurna seperti bulan, dengan jarum yang ramping seperti tangan para penari.. angka-angka ku berkilat tersorot matahari sore, ia terbuat dari logam yang dicat warna hitam pualam dan bersinar dalam gelap.. aku adalah jam dengan ukuran paling besar yang berada di dalam toko.. aku adalah penegasan terhadap siapa yang datang, bahwa dia telah datang ke sebuah toko jam.. hanya satu kekuranganku.. aku telah mati, tidak berdetak.. hanya aku, jam yang tidak berdetak di toko ini..


Beberapa kali para pembeli mencoba bertanya berapa hargaku, dan hanya dijawab oleh bapak tua “maaf jamnya tidak dijual, jamnya sudah mati..” dengan arah wajah yang tidak pernah lurus selama percakapan.. ada beberapa pembeli yang berkomentar “kalau sudah tidak dijual, kenapa masih dipajang? Wah membuat penasaran saja..” dengan sedikit “huh!” di akhirnya.. ada juga yang menyayangkan “wah sayang sekali sudah mati, padahal bagus sekali jamnya untuk dipasang di rumah-rumah besar atau masjid sangat cocok!” ya memang begitu.. aku tahu.. aku cantik dan menawan, tapi aku mati.. aku tahu, semua orang tahu..


Tapi tentang pak tua ini, orang-orang tidak banyak tahu tentangnya, terlihat dari perbincangan dua anak buahnya yang sering berkata “kenapa sih bapak tua ini begini?” atau “kenapa sih bapak tua ini begitu?” seakan mereka baru saja mengenalnya.. yang kuperhatikan juga begitu, ia tidak pernah banyak bicara, berbincang dengan para pekerjanya hanya seperlunya.. bukan berarti ia sombong atau jahat, tidak.. buktinya pekerjanya yang memang hanya dua sangat setia terhadapnya, sudah bekerja padanya selama 10 tahun.. bahkan kadang mereka dengan sukarela bekerja melebihi jam kerja hanya untuk membantu bapak tua ini, atau membantunya memasak dan membersihkan rumahnya yang ia tinggali hanya sendiri..

sepotong toko jam - 12/11/2013