cerita ini ingin sekali saya tulis dengan baik, lengkap dan benar..tapi susah melengkapi gambarannya dan akan panjang jadinya..
tentang sebuah keluarga di rumah yang kini sedang saya singgahi..sebuah rumah dengan 18 kamar disewakan..
backsong : roll over beethoven -the beatles-
"kaget lahir batin"..haha..begitulah sepertinya ketika saya baru pertama kali ini tinggal jauh dari rumah orangtua dan berpindah hidup bersama orang-orang yang baru saya kenal: berbeda umur, kultur, pekerjaan dan latar belakang pendidikan..terutama karena saya telah berpindah fase kehidupan..dari fase "belajar" menjadi "mengajar"
ya benar..di kampus semasa kuliah selalu saja kakak-kakak senior bilang "kalo udah terjun di masyarakat mah beda lagi"..beginilah mungkin..ya walaupun sudah beberapa kali PKL, ibaratnya saya hanya mendapat sedikit gambaran tentang masyarakat (miskin, pendidikan rendah, dll yang jelek-jelek)..dan beginilah saya saat benar-benar satu atap dengan mereka..
***
keluarga ini terdiri dari 4 personil : 1 kepala keluarga, 1 wakil kepala dan 2 orang anggota (ibu, bapak dan 2 anak..jelas?) anak pertama baru hampir menginjak usia 4 tahun dan anak kedua berusia satu koma berapa tahun..ayah tidak lebih dari lulusan SMP begitu pula ibu..ayah dan ibu bekerja sebagai penjaga rumah kost dengan fasilitas ruang tengah sebuah televisi 24 inch dan sofa kucel..
mungkin dikatakan miskin harta juga tidak, karena saya pikir banyak sekali orang yang lebih kurang beruntung dari mereka..tapi saya kurang tahu juga sih penghasilan perbulan mereka berapa..tapi dengan 2 orang anak yang belum sekolah dan tidak direpotkan dengan susu formula, saya rasa 600rb cukup untuk makan selama sebulan..dan sejauh yang saya amati pola makan mereka normal dan baik..artinya mereka tidak kelaparan dan gaji mereka lebih dari itu karena masih bisa jalan-jalan kok..
hampir setiap waktunya setiap hari, keluarga ini menghabiskan waktu di depan televisi..ayah ibu dan anak nongkrong bersama di sofa kucel itu berjam-jam..terkadang memang ayahnya bersih-bersih atau ibunya memasak, tapi kan anaknya tetep di sofa..tontonannya? wuih jangan ditanya..indosial, se ce te ve, re ce te i yang pastinya kalo ga infotainment ya sinema-tronton..
entah sejak kapan safitri enggan dipanggil safitri..dia lebih suka dipanggil "sasa cantik" dan hampir marah jika dipanggil safitri..anak ini 4 tahun kurang, perempuan, perutnya gendut, rambutnya ikal pendek, berkulit sawo matang, tinggi 100cm dan belum sekolah..menurut pendapatku anak ini: berlagak tua, centil, dan oh my God omongannya sangat tidak lucu..
"teteh,tadi sasa ditelpon ariel".."ariel mah maunya sama sasa bukan sama teteh ghea".."baim cintanya sama sasa,kemaren baim telepon sasa mau ngasih bunga".."kemaren sasa pake baju seksi".."nanti sasa mau jadi artis"..blablabla..dengan lidahnya yang masih bengkok-bengkok..bilang ariel saja kedengerannya jadi ani..syahrini jadi syanini..
begitulah kira-kira omongan-omongan bocah itu..bagi saya itu tidak lucu (sepertinya anak-anak kostan lain pun berpendapat seperti itu)..malah kind of annoying..garila setiap hari ngedenger anak itu ngomong gitu..tapi entahlah malah dengan begitu, setiap kali, saya jadi merasa bertanggung jawab terhadapnya..merasa: inilah muridmu yang pertama wahai aku si calon guru TPA....
hingga suatu hari demi mengalihkan perhatiannya dari sinetron "nada cin*a" saya ajak dia main laptop saya..saya kasih dia mouse..eh dia malah lihat saya..bingung.."ah, so dia belum pernah menyentuh mouse" pikir saya.."tenang ini akan mudah" saya semangat..saya ajarin dia pelan-pelan, kalo saya kesel, saya sabar-sabarin (maksa)..ternyata susah..mungkin karena standar saya terlalu tinggi..ya tentu saja, karena yang saya jadikan standar adik saya yang sudah biasa melihat komputer setiap harinya..memegang mousenya dari bayi..tentu saja berbeda dengan anak ini..awalnya juga saya bingung, mau kasih dia mainan apa , karena dia belum bisa baca..akhirnya setelah saya bela-belain install encarta kids, lumayan juga dia jadi bisa main tebak suara binatang..atau main memasang gambar anatomi tubuh yang tidak membutuhkan tulisan-tulisan..very good..
lama-lama dia seneng dan ketawa-tawa sendiri dengan bangga kalo berhasil nyelesein tebak-tebakan..dan saya juga jadi tau bahwa anak ini bahkan ngga tau dinosaurus (hello..ini binatang legendaris wajib anak-anak!), nama binatang-binatang yang ga ada di sekitar dia: singa, anjing laut dll..padahal mungkin walaupun ga pernah ke kebun binatang se-enggaknya bisa beli poster 3000an yang isinya nama-nama binatang, kendaraan dll..saya semakin prihatin, dan semakin terheran-heran (jadinya sekaligus bersyukur punya bapak ibu yang mengajarkan saya banyak hal)..padahal dia hapal banget nama-nama artis..dan sekarang, sasa lumayan sering ngetok kamar saya..hehe..pengen main laptop..saya tinggalin aja dia sendirian, biar dia eksplorasi dengan klik-klik mouse..saya tidak peduli laptop saya yang kata orang tuanya "nanti rusak loh laptopnya teteh ira.." biarin!otak anak ini lebih berharga..data-data penting pun sudah saya simpan di hardisk satunya lagi..so dont worry mom and dad
what am i trying to say is..saya sangat bersyukur Allah membuat saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri dan membiarkan saya mengalami sendiri, bahwa masih banyaknya saudara-saudara kita yang belummm menyadari bagaimana cara mendidik anak dan menjauhkan mereka dari pengaruh negatif tontonan..anak-anak tidak lagi tau tentang lagu yang mengabarkan betapa menyenangkannya sekolah dan bermain bersama teman dan layang-layang, melainkan lagu-lagu cinta apek dan itu-itu saja..cape deh..well kalau sudah begini pindahlah tanggung jawab mendidik kepada anda yang sudah membaca note ini..masih banyak loh adik-adik kita..hehe..inget ya kita sekolah bukan supaya gampang cari kerja dan cari duit untuk diri sendiri..tujuan edukasi jauuuuuuhh melebihi dari hanya sekedar materi..
what am i trying to say again is..sebagai calon orang tua..mungkin memang tidak semudah menuliskannya dan menjadikan teori..tapi belajarlah jadi orang tua yang mendidik anak dengan baik..ah cliché (cliché = a phrase or word that has lost its original effectiveness or power from overuse)..haha..tapi memang begitulah..bagaimana caranya?? jangan tanya saya..males jawabnya..saya juga belom punya anak..tapi jangan bingung-bingung..era modern kaya gini, udah ngga ada lagi alesan "nggak tau"..buku, internet dll, akses komunikasi mudah dimana-mana..jadi kalo ada yang nggak tau, bukan salah sistem..tapi karena ngga mau tau..seperti arti bacaan sholat, masih ada yg belum tau??
ini hanya sebuah cerita, pendapat pribadi dan khususnya motivasi dan semangat untuk saya sendiri..
to my lil brother "besi" : im sorry..ak terlalu sibuk di kampus..tapi pasti kamu udah pinter kan dek?? biar genetik yang bekerja.. ;p
sudah pernah diposting di facebook
cilegon, wed 02-03-2011, 10:59 am
sambil merindukan diskusi berat dengan anak-anak se-per-mentoring-an..
No comments:
Post a Comment