Sunday, 2 October 2016

Black

Gloomy, i must say, suasana hati saya akhir-akhir ini. Bukan suasana hati sih tepatnya, apa ya? Suasana hati yang menjelma menjadi karakter barangkali.

Saya merasakan perubahan, drastis. Do you ever feel that way? Kamu ngerasa sih, berubah gitu, tapi perubahan itu ngga bisa diberhentikan. Or you just lazy to resist the stream.

***

Kemaren-kemaren saya kerja bareng 20 orang. Mereka mengenal saya sebagai orang yang straight forward, tapi mereka minta saya untuk lebih pandai berbohong.

Begini, suatu hari, salah seorang kawan meminta kami untuk menilai performanya ketika bergitar sambil bernyanyi. Rupanya ia ingin mengikuti audisi talenta-talenta musik di televisi. Saya katakan saja sejujurnya bahwa suaranya tidak terlalu istimewa (tidak ada faktor X nya lah). Tidak lain niat saya justru untuk memotivasi dirinya untuk melatih karakter suaranya. Tapi teman-teman yang lain malah memprotes saya "Kamu jangan terlalu jujur gitu kali!" sambil tertawa-tawa. "Kamu kalo sama suamimu nanti gimana, pintar-pintar bohong sedikit" masih sambil tertawa tapi sedikit melotot. Saya pun tentu saja ikut tertawa.

I like people, people are weird.
They dont want the truth, they craving for lies.

***

Sore ini gelap, mati lampu
Saya menyukai kegelapan
I like how darkness hide us
My room is black, with yellow door
I dont see why my mother disliking me liking black.
She said, "warna kesukaan seseorang, menggambarkan hatinya"
Maybe she was right. I bet she is.

But here's the thing about black :

It pop out the other colour when it stand in front of black,

Black hide itself for the other colour to stand up and burst,

If black was a person, he'll be the every man behind the successful other man,

Just like a wingman, a bestfriend, a wife, a mother,

And when it comes to a black wall, it hide your brother's booger.

Sendirian Berdua

I want to go down the beach then read a book,
I want to go up the mountain then read a book,
I want to sip my hot chocolate then read a book,
I want to sit next to you, holding hands then read a book,

Let us be alone, together.

Not a single word, quietly quiet.

2

I once thought about how much reading can kill/vanish your originality. Try not to get influenced by other people, for we (i) easily memorised and copying others.

I hate motivators.

I think some people may be smart because they read too much, and some people maybe smart because they dont read too much. They read of course, but less. Maybe they rely on much practice, i mean like :

You want to know something, then you must emptying your brain from any theory and you configured yourself by practicing. If you failed, you not immediately look up on theory inside books, you just keep doing and practicing until you find the answer why it failed. That is smart, and inventor kind. But that kind of smart maybe only for our anchestors, when there s not so much invention, just like T.A.Edison.

Or maybe they are smart because they write journals. Journals of how they failed.

Thursday, 1 September 2016

As a Rider

I hate motorbike convoy

Im a very discipline yet lousy rider. Konvoi motor bikin saya harus ngebut, nyusul dan nyalip. I hate it, dan nggak bakat. You know kan kalo konvoi kita harus menyamakan ritme kecepatan dll dengan kawan se-per-konvoi-an, disitulah saya merasa tertekan. Hahaha. Ngerasa jadi beban dan penghambat karena mereka ngga bisa cepet-cepet soalnya saya ngga berani tancep gas. Mendingan lo lo pade duluan dah, tinggal kasitau gw ntar musti ketemuan dimana.

Saya menyebut diri sendiri sebagai pengemudi yang rasional. Nambah kecepatan di jalan macet doesnt really make any difference to me. Sampe di tujuan dengan waktu 5 menit lebih cepet bukan prestasi buat saya, berangkat setengah jam lebih cepet barulah sesuatu yang harus dikasih pujian.
Here i make some rule for myself -- buat saya ada 4 prinsip utama saat saya berada di jalanan, yaitu :
1. Tidak dzholim
2. Mengambil tanggung jawab atas diri sendiri dan orang lain
3. Fully aware
4. Banyakin sedekah


Contoh :

1. Tidak dzholim
Melanggar marka jalan dengan berlebihan -- buat saya pribadi, ngelanggar marka jalan adalah satu contoh perbuatan mengambil hak orang lain. Kalo jalanan kosong sih nggak apa-apa, tapi kalo sampe pengemudi jalur sebelah berhenti atau sampe minggir berlebihan, bagi gw itu namanya dzholim. So yang ngerasa idupnya kok gitu-gitu aja, barangkali pas berangkat ngantor lo udah jalanin perjalanan yang nggak berkah. As we know lah ya, kalo lagi macet, motor suka seenaknya ngambil jalur sebelah, ngga tanggung2 diambilnya sampe setengah jalan. Kampret. Ya macetnya kagak kelar! Atau pada naik-naik ke trotoar. Tapi giliran haknya diambil, beuh! Tereaknye udah kaya orang paling bener se kuburan.


2. Mengambil tanggung jawab atas diri sendiri dan orang lain.
- Pake kaca spion
- Menggunakan lampu-lampu yang berfungsi


3. Fully aware
- fully aware, jangan berkendara dengan autopilot. 
- fully aware kalo belok harus pake lampu sen. selesai pake lampu sen, langsung matiin lagi
- fully aware dimana kamu lagi nyetir. Kalo lagi di komplek atau daerah padat penduduk, kecepatan 20 itu udah maksimal.
- fully aware kalo di daerah rumah sakit, dahulukan yang nyebrang, siapa tau berurusan sama hidup mati orang.
- fully aware kalo di zebra cross atau zona-zona selamat sekolah, kurangi kecepatan.


4. Banyakin sedekah
- mendahulukan orang nyebrang itu sedekah
- nyingkirin duri/batu atau apapun yang bisa ngebahayain orang lain itu sedekah
- mendahulukan orang-orang yang udah tua, kasian kan reflek berkendaranya udah kurang. Jangan dikagetin.
- mendahulukan/ngalah sama orang-orang yang bawaannya berat. Contohnya tukang becak kalo mo nyebrang, bapak-bapak yang bawa gerobak dkk. Tau kan kalo V0 ke V1 itu butuh tenaga yang lebih banyak, kasian kalo mereka harus ngerem karena kita, nanti mulai ngedorongnya lagi kan berat.

Saturday, 27 August 2016

5 Sec


Me : Whats on your mind?
I : Death..
Me : Why?
I : Ever thought about that guy who laid himself on a railway? How he count every second?
Me : Im curious..proceed
I : I dont know..Five seconds before he died..

5" -- He heard a guy scream.. Sweat before his forehead..
4" -- Hustle step towards him, passed him by.. His heart beat fast..
3" -- The ground shaking, hot asphalt, He already felt uncomfortable..
2" -- Train whistle, rumbling sound deafening..
1" -- Dust, and gravel before his eyes, He can only asked for God forgiveness..
0" -- Metal..

Did he feel pain? Did he immediately dead? Or he felt his limbs detached one by one, freeing themself?


28/08/2016

Tuesday, 23 August 2016

Kampus

Kembali ke tempat dimana kamu dan aku pernah menaburkan jejak. Menapak tilas setiap inci lantai yang pernah kita pijak bertahun-tahun lalu. Menyentuh setiap wajah dinding yang merekam suara obrolan, tawa dan bunyi langkah yang terburu-buru.

Aku dan kamu. Kita pernah berada dalam satu ruang dan waktu dimana kamu dan aku dalam 8 dimensi, bersama.

Setiap momentum, tidak akan pernah terasa sama. Meskipun sebuah tempat terlihat sama, sebenarnya tidak. Setiap molekul pengisinya bergerak, berubah. Aku kembali, tapi tidak ada kamu, kau, dia atau mereka. Lemari bergeser, pigura foto bertambah, tembok meninggi, pohon jambu menua, dan raga kalian tidak bisa ditemukan.

Ah! Rupanya ada! Ku temukan jiwamu dalam karya! Koran dinding, kertas-kertas, format kalender hasil pemikiranmu, pemikiran kita.

Tiba-tiba ruangan ini hangat. Bayangan manusia, kelebat-kelebat, seperti adegan film yang dipercepat. Sholat, mengobrol, lari, main basket, duduk rapat, makan. Wajah-wajah yang samar tertimpa silau cahaya.

Aku rindu, sampai jumpa!

02/02/16

Thursday, 4 August 2016

Plot Twist



They said : Men with their lies



Me : I know, i like fiction..


Wednesday, 3 August 2016

The Legend of 1900

I didnt know where i get the info about this movie. All i know is i read it in my long forgotten android notes, a movie wishlists, mentioning only the movie title : The Legend of 1900.

How do i describe this movie? About this odd man, born and died at (or 'on' or 'in' or whatever) the ship on the ocean and never set his foot on the land even once. Did i spoil the movie for you? I hope not. Played by Tim Roth when he was younger and handsome.

Nineteen Hundred (Tim Roth) is a piano prodigy at the ship. He travel his mind with his music, he creates his own music and made somekind of a life soundtrack of a person based on their appearance or attitude. I cried at the scene when he fell in love with a girl on the ship, one beautiful sound of love. I also cried at the end of the movie, darn i cried a lot. I like good movie, i like good deep story.

I watched it at my house, streaming illegally.

Now, when i go to the cinema, i always stay for the movie credits. Not just to read the cast or the movie crews (i certainly wont know whoever they were) but for rethink or reimagining the movie once more. With the scrolled down credits and the closing music, there I can compile the story, summerize and zipped it in my memory pocket or pick up whatever scene i want to keep. Because the moment Im going out from the cinema room, the memory would scraped down like a stained shirt in a washing machine.

Or not remember at all, for i easily forgetting.

--------------------------------------------

Nineteen Hundred, what my appearance sounds to you?

Naon sih, salam!

-Irs-

Monday, 1 August 2016

Pahawang 2


30 Juli 2016

kali ini aku berdamai dengan laut
aku mulai menikmati sapuan ombak
lalu tertawa terseret arus

hari ini aku berdamai dengan kehidupan
aku mulai menikmati berbagai cobaan
lalu tertawa melihat masa lalu

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Hari ini saya nggak se-penakut seperti biasanya, terimakasih buat si Rafi ganteng yang lebih penakut. Sebenernya saya takut banget sama laut, gampang panik ngeliat kedalaman. Bisa renang, tapi kalo kakinya bisa nyampe lantai atau kedalamannya cuma 2 meter lah. See the problem? Bukan nggak bisa ngambang, mental saya aja yang rada payah. Tapi karena ada yang lebih penakut, saya jadi ngerasa lebih berani dan lebih santai pas snorkling. Hehehe. You know? nggak ada penyesalan karena menjadi lebih berani! Ikannyaaaaaaaaaaaa (love-love-love), begitu roti dipegang di tangan? auwooooo! disamperin ikan warna-warni yang bejibun. Beda sama pas snorkling di Pulau Menjangan karena saya masih fokus sama rasa takut, jadi kurang menikmati dan nggak bisa jauh-jauh dari kapal.


Fiiiiiiiiiiiishhhhhhhh

Wisata Taman Nemo Lampung

hayo mana atas mana bawah? model : Tulus dan Adek

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hikmah? Apa ya..hmm menikmati tiap fase dalam kehidupan itu penting. Fase sekolah, fase kuliah, fase sebelum menikah, fase setelah menikah, fase setelah punya anak, dll. Nggak usah terlalu banyak angan-angan, berpikir “seandainya begini” “seandainya begitu”. Kalo berandai-andai itu bisa jadi motivasi untuk mengejar sesuatu sih nggak apa-apa, tapi kalo berandai-andai dan cuma jadi alasan untuk nggak bersyukur ya ngapain??

ban meletus, semacem cobaan di perjalanan yang harus diambil hikmahnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Marriage. Euh balik lagi ye ke topik ini, sorry. Habisnya kemaren di jalan saya jadi mikir bahwa untuk menuju ke situ (pernikahan) seseorang pasti banyak mengorbankan hal-hal yang dia senangi.

               Egoisme – ya menyerah pada ego pribadi dan memikirkan manusia di luar dirinya sendiri memerlukan pengorbanan yang besar. Saya nggak bisa lagi menjadi impulsif, tiba-tiba spontaneously ambil keputusan malam ini bahwa besok saya pengen jalan-jalan ke tempat yang jauh.

               Desire. Ambition – pun adalah nyala api yang harus dipadamkan jika itu tidak sesuai dengan cita-cita bersama. Kompromi atau retreat.

Hobi – sebuah kesenangan yang mungkin tidak bisa digantikan oleh kebersamaan (mungkin). But you gotta give it up, apalagi kalo bagian istri yang harus dapet izin suami. So maybe having the same hobby with your spouse can be a little helping.

               Dan lain-lain –

Jadi jangan pernah berpikir bahwa cuma kamu saja yang berkorban Ra. Setiap orang mengorbankan dirinya masing-masing, pasti ada sesuatu yang seseorang senangi yang dikorbankan untuk bisa bersama dengan orang lain.
 
kursi kontemplasi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Because deep inside I am a free soul. If I am a bird, I don’t do nest. I fly and fly and fly from one tree to another and never set my little feet to the same tree again.

Ini ayam sih bukan burung juga
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apasih ini tulisannya random banget nggak terstruktur –  maaf ya   iya nggak apa-apa

Pahawang 1



Diajak. So this is agak-agak lucu sih buat saya. Baru banget pulang pelatihan tanggal 28 Juli sore, begitu nyalain handphone yang mati dari siang eh dapet private message Instagram dari si deboy yang sekarang kerja di jakarta. Isi PM nya itu postingan ajakan open trip dari @bogorjuara ke Pulau Pahawang buat tanggal 29-31 Juli. Kebetulan tanggal riset yang bakal saya lakuin mundur sampe tanggal 8 Agustus (sigh! gitu deh emang kalo riset dari Kementerian suka nggak jelas tanggalnya. Sampe berakhir pelatihan pun kadang-kadang tanggalnya belum pasti). Nah, buru-buru kan saya telpon si deboy, eeee malah dianya yang ragu-ragu. Iya sih seninnya dia kerja kali, jadi ngeliat itinerary yang agak mepet ke pagi hari dan khawatir bis arah ke bandara (dia ngekos di sekitar Bandara Soetta) udah nggak ada, akhirnya dia putuskan buat nggak ikut.

Pahawang Island -- Piece of Paradise


Impulsif. Well i must say no one stopped me (seneng tapi agak-agak sedih juga kagak ada yang nyuruh diem di rumah aja nyuci-nyuci baju, heheh). Nggak ada janji pula, nggak ada agenda kerja, terus pergi sendiri udah biasa sih ya ngetrip-ngetrip gini. Langsung saya hubungin contact personnya sambil cek-cek testimoni dari orang-orang, takutnya tipu-tipu kaan. Nggak lama kemudian, jam 22.00 an saya kirim foto bukti transfer said "We're in!". We?? He em saya sama adek saya, kasian dia belom pernah snorkle-snorkle cantik di laut. Iya, kalo dipikir saya sering sekali bertindak impulsif. "Carpe Diem" untuk pembenaran :p .

Open Trip. Ya kalo buat ciwi-ciwi atau sendirian banget mending ikut agen open trip terpercaya aja sih, mungkin beda ongkosnya nggak jauh-jauh amat lah dibandingkan resiko nyasar dan itungan kalo sewa-sewa kendaraan sendiri. Pake open trip emang jadinya kurang private, dan apa-apa harus sepakat sama yang lain. Tapi kalo nemu temen trip yang super asik, i guarantee the journey is way more better. And we did! Ketemu sama dua pasang orang asing : Arif “Om” dan Yusi “Tante”, Firman “Tulus” dan Rafi si Pemain FTV, Hadid “Adek” dan saya sebagai “Teteh”. Dipersatukan oleh kesamaan penderitaan, immediately we bonding. Lucu soalnya tim lain yang ngeliat langsung nyangka kita keluarga beneran, padahal boro-boro, baru ketemu ya di Merak itu. Saking akrab dan ngocol-ngocolnya kali ya.




Perjalanan. Yang pertama, jelas harus cari agen Open Trip (OT) yang terpercaya. Googling pake keyword-keyword "penipuan" atau apa kek ya. Kami janji ketemu di Pelabuhan Merak jam 23.00, kebayang sih kalo ditipu sedih pisan nongkrong di Merak malem-malem jauh dari rumah. Ke Merak naik bis jurusan Bandung-Merak dari terminal Lw Panjang di Bandung. Bebas merknya ada Arimbi, Laju Prima, Primajasa dan lain-lain, buat saya sih sama aja, ongkos Rp 85.000 sama. Kira-kira waktu tempuh enam jam udah plus macet panjang sekitar pintu tol Cikarang Barat. Udah ketemu rombongan sebanyak delapan orang kita nyebrang Selat Sunda naik Ferry yang jadwalnya 15-30 menit sekali dengan waktu tempuh 2,5-3 jam dan ongkos dewasa Rp 13.000 (udah include di paket OT nya). Sampailah kami di Pulau Sumateraaaaaa kyaaaaaa!! \(*____*)/ (*dengan mata berbinar-binar). Kampring pisan, im easily amazed.

Sumatera. This is the first time i went to Sumatera. Ooooo the land of Abang-Abang galak idaman. Ya walopun kagak jauh-jauh amat Sumatera nya masih di bawah keneh. Saya tuh seneng banget kalo bisa ke luar Jawa, rasanya super duper excited. Pernah sih ke luar Jawa : Bali sama Madura tapi daerah situ kan masih kerasa Jawa nya -- jadi kurang greget! Sumatera. Tempat dimana ada DI Aceh (ay!), deket ke Bangka Belitung, apa pun lah. Dari Pelabuhan Bakauheni kami naik mobil sewaan langsung ke Pelabuhan Ketapang selama kurang lebih tiga jam. The view? omoooooo! It was magical (or im just easily amazed by new things sih, dududu).


Siger khas Provinsi Lampung, versi mini nya banyak ditempel di gedung-gedung perkantoran karena jadi peraturan daerah
Masih Jawa. Ternyata, sampai di Pulau Pahawang nelayannya bisa bahasa sunda, yang punya homestaynya juga bisa bahasa Sunda. Araraneh kiyeu. Jadi terkecuali Bang Mad (supir) yang telpon-telpon-an pake bahasa sumatera dan suasana alamnya, semuanya masih kerasa Jawa nya. Kayaknya perginya kurang jauh  -________- Harusnya ke Palembang, cari jodoh di sana.

The Locals. Saya kalo liburan tetep masih berjiwa peneliti, dan tetep nggak suka sama pertanyaan sampe saya temukan jawabannya. Daripada hanya ber-selfie ria (yang dimana tiap hari juga saya bisa liat muka saya sendiri di kaca) saya lebih suka ngobrol sama orang lokal tentang daerahnya. Di Pulau Pahawang itu belum ada listrik PLN, sehari-hari mereka menggunakan gen-set yang dinyalakan dari mulai maghrib sampai jam 12 malam. Satu gen-set untuk 10 rumah, dengan 10 liter solar per hari. Jadi kira-kira 1 liter per hari per rumah, sedangkan di situ harga solar per liter adalah Rp 10.000. Tapi si Ibunya sih bilang kalo patungan listrik per bulan cuma Rp 120.000, terus kalo lagi banyak tamu atau weekend gini bayar lagi Rp 25.000 per hari. School? lengkap! Di satu pulau ini cuma ada satu kelurahan, kira-kira 700-an kepala keluarga. Sekolah TK, SD, SMP dan SMA ada. Hanya saja orang tua lebih suka menyekolahkan SMA anaknya di luar pulau, karena katanya guru SMA disini tinggal di luar Pulau Pahawang sehingga jarang masuk alias suka mbolos. Pulau Pahawang dikelilingi pantai, kalo mengelilingi pulau pake motor bisa makan waktu satu jam, gih itung deh kira-kira luas pulaunya. Di tengah-tengah pulau ada perkebunan buah naga merah yang hasilnya dikirim ke luar pulau. Nyam! sayang sekali kami terlalu sibuk wisata bahari dan tidak sempat jalan-jalan di pulau.


Wednesday, 22 June 2016

Selim(b)ut Putra Pangeran

Alkisah di sebuah kerajaan hiduplah Putri yang Dipernona Princess dan adiknya Putra yang Dipertuan Pangeran. Kedua kakak beradik itu kadang akur dan kadang bertengkar tentang siapa yang harus menyapu dan mengepel istana yang luasnya 500 hektar. Sedangkan Raja yang Dipertuan Baginda dan Ratu yang Dipernyonya Maharani telah tua renta sehingga sering meminta mantu.

Di sekitar kerajaan tersebut, di hutan belantara puri air pagar, hiduplah dua kucing yang selalu berkeliaran bersama. Mereka bernama Maramao dan Sergio. Maramao dan Sergio selalu terlihat bersama, berjalan sombong dengan langkah seperti seekor kuda jika berjalan. Mereka adalah kucing preman di daerah kerajaan. Jika melihat kucing lain, mereka segera meledeknya dengan meongan "mao..mao..mao" lalu meludah di depan kucing tersebut. Tapi bukan Maramao dan Sergio yang akan dituturkan kisahnya kali ini.

Di suatu hari yang cerah. Putri yang Dipernona Princess hendak masuk ke kamar adiknya di sayap kanan istana. Melewati lorong gelap dengan semburat cahaya malu-malu setipis rambut Bob Marley di kanan kiri lorong istana. Pintu setinggi 5 meter yang terbuat dari jati belanda berderit kecil ketika Putri mendorongnya dengan gaya dorong sebesar 100 Newton. Belum lagi Putri Princess melangkah masuk, menyeruak bau seperti Gua Pawon yang dihuni 532 kelelawar payau di langit-langit dan dihuni pula oleh 312 ayam asin di lantai bawah. Sedhap, Ratu bilang memang seperti itulah bau kamar bujangan.

Rupanya kata-kata Ratu salah! Bau-bauan mamalia tersebut datang dari selembar kain selimbut di atas kasur Pangeran. Tidak heran jika selama ini Pangeran sangat susah jika dibangunkan subuh hari untuk sahur, rupanya selama ini Pangeran tidak tidur melainkan semaput dalam dekapan selimutnya. Filthy human. Karena sedang akur, Princess kemudian bersedia untuk mencucikan selimbut Pangeran, ia juga dengan baik hati mencucikan seluruh tumpukan pakaian 34 pelayan istana yang belum dicuci selama satu minggu. Untuk meraih pahala di bulan ramadhan.

Namun perasaan hati Putri Princess tidak enak tatkala memasukkan selimbut Pangeran ke dalam mesin giling kain. Secara hati-hati ia masukkan kain selimbut ke dalam air, tiba-tiba sayup-sayup terdengar rintihan kakek-kakek tua. Saat ia menambahkan bubuk pembusa, tiba-tiba terdengar suara gagak bergaok-gaok. Sampai ketika ia memutar mesin giling kain, muncullah semua hal yang membuat kain selimbut tadi berbau kakus jin.

1 kilo terasi mentah, 5 anak ayam pak toni, 3 kantung sampah kerajaan, nenek-nenek yang habis dikerok, beruk lagi makan pepaya, buaya mangap, burung kondor, duren mateng pohon, jus mengkudu, asap knalpot bis madona, dan  terakhir Putra Pangeran sendiri yang hanya pake kolor -- semuanya berloncatan keluar dari mesin giling. Plop, plop, plop! Sungguh membuat Putri Princess terkejut, santet macam apa ini? Siapakah yang mengirim? Sambil terus bertanya-tanya dan menyuruh pulang nenek yang habis dikerok, Putri Princess pun memasukkan kain selimbut ke dalam cairan pewangi.

Sambil menjemur, ia berkontemplasi untuk akhirnya mengambil kesimpulan "ah tidak, ini bukan santet, jin juga ogah deket selimbut bau begitu". Setelah dibebaskan dari pikiran su'udzon, akhirnya seluruh orang di kerajaan menjadi lega dan hidup bahagia selamanya. Termasuk Maramao dan Sergio yang akhirnya menjadi duet kucing ustadz. Alhamdulillah.

--------------------------------------

Balada nyuci selimut hadid yang bau kampret, kurang bau apa selimut kamu sampe aku bisa bikin cerpen gini.
23/06/16

When There s An Accident

Sebentar lagi kita akan menghadapi musim mudik, baru saja saya melihat video mengerikan korban kecelakaan yang berguling-guling, sekarat. Tidak tahu bagaimana kelanjutannya, saya hanya tahan melihatnya selama 2 detik, NGGAK TEGA. Katanya sih, korbannya itu dibiarkan berguling-guling sekarat berdarah-darah di aspal.

Kita tidak bisa menyalahkan orang-orang di sekitar yang berkerumun hanya menyaksikan, yang agak menyebalkan mungkin orang yang mengambil videonya, tapi ya berkat itu juga saya jadi ingin menulis topik ini. Orang-orang sekitar yang hanya bisa menonton mungkin juga bingung, harus bagaimana, mungkin juga mereka merasakan kengerian yang sangat dengan hanya melihat orang yang berdarah-darah, atau entah alasan apa lagi untuk menutupi supaya kita tidak terlihat sebagai ignorant person.

"Niat baik saja tidak cukup, menolong pun harus ada ilmunya."

Sepakat. Mungkin sedikit bisa menggambarkan situasi tersebut di atas. Menurut pendapat saya, resiko dalam menolong korban kecelakaan oleh awam medis (orang yang tanpa keahlian/keterampilan medis) dapat terbagi dua :

1. Resiko untuk korban yang ditolong -- such as kerusakan / luka yang ditimbulkan akan lebih parah. Misalnya dalam kasus-kasus patah tulang karena jatuh dll, mengangkat korban harus hati-hati. Salah-salah patah tulang yang tadinya ringan malah bisa tambah parah. Lebih buruk lagi jika kecelakaan mengakibatkan cedera pada tulang belakang atau tulang leher, salah cara mengangkat korban, bisa lumpuh atau mati lah itu orang.

2. Resiko untuk orang yang menolong -- misalnya, ketika terjadi kecelakaan di jalan raya. Pastikan ketika anda mau menolong, area sudah aman, peringatkan dahulu kendaraan sekitar untuk berhenti. Bisa jadi karena penolong panik, ia tidak sadar di sekitarnya kendaraan masih melaju kencang. Akibatnya penolong bisa ikut celaka.

Kemudian resiko penolong yang lain, misalny si korban berdarah-darah. Sebaiknya si penolong pun tetap menaruh waspada, apalagi jika penolong tidak tahu siapa korban, karena penyakit-penyakit korban dapat tertular pada si penolong jika penolong tidak menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, dsb. Mau bagaimanapun darah adalah barang infeksius.


Ini adalah contoh cara menolong korban kecelakaan yang benar --> pake tandu, untuk meminimalisir pergerakan tulang. Sumber : http://jokowarino.id/cara-menolong-orang-korban-kecelakaan/


Tapi jangan sampai dua hal tersebut menjadikan kita ragu-ragu untuk segera berbuat kebaikan. Siapa tahu dari tangan anda sebagai penolong, dapat memperbesar kemungkinan si korban dapat selamat atau memperkecil akibat kecelakaan. Apalagi jika si korban merupakan tulang punggung keluarga, bayangkan kebaikan dan pahala yang dapat anda raih.

Berikut ini beberapa hal yang bisa anda, sebagai orang yang awam medis, lakukan jika terjadi kecelakaan di sekitar anda :

  1. Pertimbangkan dua hal yang telah disebutkan di atas. Resiko terhadap korban dan penolong.
  2. Segera panggil paramedis. Selalu simpan nomor emergency di handphone anda. 
  3. Jika resiko-resiko di atas dapat terjadi karena anda tidak terampil medis, tetap temani korban, katakan pada korban untuk bersabar dan bertahan, katakan bahwa bantuan akan segera datang. Jangan hanya ditonton, di-video-kan. Apalagi jika korban menghadapi sakaratul maut, ingatkan korban untuk bersabar menghadapi maut, ingatkan korban pada Allah, talqin-kan.
  4. Aspal pada siang hari sangat panas, jika memungkinkan segera beri alas, setidaknya pada kepala. Atau payungi.

Sebenarnya saya ingin menekankan pada poin ke-tiga sih, betapa pentingnya hal tersebut, tidak kah kita kasihan pada orang yang sedang sakaratul maut?? Apalagi jika tidak ada yang mengingatkannya untuk mengingat Allah sebelum kematiannya. Bukankah kita pun mau orang lain untuk mengingatkan kita pada Allah jika kematian menjemput??

Dan sebelum itu semua terjadi, ada baiknya kita mengikuti pelatihan kegawatdaruratan untuk awam medis. Yang saya tahu, organisasi yang pernah menyelenggarakan pelatihan tersebut adalah Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Health Empowerment and Education Project (HEUP), atau kampus-kampus kesehatan lainnya.

Innalilahi wa inna ilaihi roojiuun. Semoga kita mati dalam keadaan khusnul khatimah

Monday, 20 June 2016

Why Do We Stop Asking For Miracle?

Mengapa kita tidak lagi meminta keajaiban?
Mengharap hal yang paling tidak masuk akal sekalipun

Ketika dia tidak lagi percaya,
Then he/she s not worth your time

--------------------

Manusia dewasa di pagi hari,
Dihajar kehidupan, dihantam pelajaran
Digulung pengalaman, dipiting usia
Patah hati, makan nasi basi

Manusia dewasa di siang hari,
Luka di tubuhnya - satu per satu - dipanjatkan doa
dipinta kesembuhan, dikurangi kesakitan
Karena cabik di sekujur badan, memar dan luka dalam

Manusia dewasa di malam hari,
Memejamkan mata, memadamkan cahaya
Kelelahan, ketakutan
Manusia dewasa lupa, caranya meminta keajaiban.

--------------------

Thursday, 26 May 2016

I Lived by Surprise

There was a box for 'short term targets' and 'long term targets'. I dont fill the box, i dont know what to write, right?!

I dont make targets, i lived by surprise, and that is enough.

*Dont you dare make a facebook note again about that

Thursday, 19 May 2016

Perlukah Tablet Tambah Darah?



Yello!

Langsung saja, berdasarkan penelitian yang terakhir saya ikuti, saya terlibat dalam studi kualitatif berkaitan dengan anemia pada remaja putri. Kalo kamu sudah membaca tulisan saya sebelumnya, disitu sudah dijelaskan latar belakang studi tersebut. Kenapa studinya dilakukan di Kota Cimahi dan Purwakarta, serta apa saja yang saya dan tim lakukan pada penelitian tersebut.

Sekarang saya akan membahas sedikit tentang anemia itu sendiri. Pembahasan anemianya tidak akan terlalu dalam membahas penyebab, gejala, dan akibat, yang secara mudah bisa kamu googling sendiri. Tapi saya lebih ke anjuran dan program apa yang sedang pemerintah gulirkan untuk memberantas anemia pada remaja putri ini.

Well, pada dasarnya anemia itu penyakit (penyakit lho!) yang bisa terjadi baik pada manusia laki-laki ataupun manusia perempuan. Anemia bisa disebabkan karena kurangnya zat besi dalam darah, kurangnya vitamin B12 dalam darah, lalu kurangnya asam folat di dalam darah, terus bisa jadi karena menderita penyakit infeksi, gara-gara kelainan genetik, ataupun pendarahan. TAPI 40% anemia yang terjadi di negara-negara berkembang, itu disebabkan karena kurangnya zat besi dalam darah also known as ‘Iron Deficiency Anemia’ atau anemia gizi besi kalo dalam bahasa indonesia.

Why? Whyyy? Kenapa negara berkembang? Kenapa harus karena kekurangan zat besi?? Emangnya zat besi itu asalnya dari mana??

Kenapa negara berkembang? Yah, Indonesia adalah negara berkembang, salah satu karakteristik negara berkembang yaitu masyarakatnya punya kualitas hidup yang rendah. Contohnya? Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah, yang somehow berkaitan dengan kurangnya kesadaran akan hidup bersih alias jorok terutama di pedesaan yang mostly banyak tanah – si jorok ini akan menggiring kita ke penyakit-penyakit infeksi semacem cacingan. Terus apa hubungannya cacingan sama anemia gizi besi? You know cacing tambang? Tajir kali ya itu cacing kerja di pertambangan. Bukan. Cacing tambang itu kerjaannya nempel di usus trus minumin darah kamu, ya kurang lebih gara-gara itu zat besi yang ada didalam darah juga kesedot cacing trus malah kebuang bareng eek kamu. Infeksi lain contohnya adalah TBC dan Malaria.

Nah sekarang apa yang kamu tau tentang zat besi? Kamu harus makan apa supaya dapet zat besi yang banyak? Ada dua macem zat besi yang biasa kita dapet dari makanan, yaitu zat besi jenis heme dan non-heme. Nah zat besi jenis heme ini adalah zat besi yang gampang diserap sama tubuh (diserap 25-35%), karena strukturnya. Zat besi heme ditemukan pada makanan yang bersumber dari hewan, kaya DAGING, IKAN, TELUR dan HATI. Sedangkan zat besi non heme berada dalam makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, perlu waktu dan proses yang lebih lama untuk menyerapnya (diserap hanya 1-5%). Belum lagi konsumsi makanan atau minuman yang bisa menghambat penyerapan zat besi.

Tuh dari penjelasan di atas ketemu juga kenapa anemia gizi besi lebih banyak terjadi di negara berkembang. Sumber-sumber zat besi yang mudah diserap, nggak terjangkau sama masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah. Bukan juga melulu karena faktor ekonomi sih, jaman sekarang banyak anggapan bahwa banyak makan sayur itu lebih sehat daripada makan daging-dagingan. Anggapan begitu nggak salah kalo yang bilang adalah orang tua berusia 49 tahun ke atas, tapi kalo remaja putri yang bilang begini, yah wassalam. Lagian prinsipnya, nggak ada makanan yang lebih baik, semuanya harus saling menyeimbangkan.

Terus gimana tindakan pemerintah untuk memberantas anemia zat gizi besi ini? Terutama pada remaja putri yang lebih beresiko dibandingkan remaja putra – karena menstruasi. Karena ikut dalam studi ini, saya juga baru tau kalo sejak 2015 pemerintah atau Kementrian Kesehatan menggulirkan program pemberian suplemen Tablet Tambah Darah (TTD program) untuk remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia. Puskesmas setempat akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah dalam wilayah kerjanya, untuk memberikan TTD gratis kepada remaja putri. Tapi belum semua kota menjalankan program tersebut, yah tergantung kesiapan puskesmasnya, di Cimahi sudah ada beberapa daerah yang menjalankan program tersebut. Terus apa kamu tau, sejak tahun 2000 tepung terigu mulai difortifikasi dengan zat besi? Lalu upaya pemerintah lainnya yang utama adalah tentu saja dengan mengatasi penyebab anemianya – mengurangi angka TBC, malaria, cacingan dan lain-lain.

Anjuran Kemenkes RI, konsumsi TTD untuk perempuan usia subur yang tidak hamil :


  • Minum 1 tablet TTD selama 10 hari dimulai pada saat menstruasi, dan 1 tablet per minggu dalam 1 bulan, diminum rutin selama 4 bulan berturut-turut saja.
  • Jadi dalam 1 tahun, TTD yang anda konsumsi adalah sebanyak 52 tablet, yaitu 13 tablet per bulan x 4 bulan per tahun = 52 tablet per tahun

Baru tau? Saya juga.. -__-

Pemberian TTD secara rutin  selama jangka waktu tertentu bertujuan untuk meningkatkan kadar hemoglobin secara cepat, dan perlu dilanjutkan untuk meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh. Kandungan TTD program harusnya setara dengan 60 miligram besi elemental dan 400 microgram asam folat. Dalam Tabel Kecukupan Gizi 2013 yang dikeluarkan oleh Kemenkes RI, kecukupan zat gizi besi untuk perempuan usia subur hanya berkisar antara 20-40 mg per hari. Itu sudah termasuk angka kecukupan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Lalu kenapa TTD program kandungannya sampai 60 miligram besi elemental? Menurut saya jawabannya kembali lagi kepada pola makan kita. Angka dalam Tabel Kecukupan Gizi adalah angka yang harus dicapai setiap hari, artinya setiap hari kita harus mengkonsumsi zat besi sebanyak 20-40 miligram per hari tergantung usia dan keadaan hamil atau menyusui. Sedangkan penduduk Indonesia jarang sekali makan zat besi sebanyak itu dalam satu hari. Suplementasi sebenarnya tidak diperlukan apabila zat besi dari makanan sehari-hari sudah mencukupi.

Tantangannya adalah, tau nggak kita berapa banyak makanan yang harus dimakan untuk mencapai kebutuhan zat besi tersebut setiap hari?? Apa kita harus makan 100 gram daging setiap hari?? Terus perlu nggak perempuan sehat dan nggak anemia untuk minum suplemen TTD tadi? Bahaya nggak? Bisa minta gratis nggak ke Puskesmas? Kita bahas nanti lagi ya! Ciao!

Sumber :
Kementrian Kesehatan RI :
Buku Pedoman Penatalaksanaan Pemberian Tablet Tambah Darah, 2015
Rekomendasi WHO :
Tabel Angka Kecukupan Gizi 2013 :
http://gizi.depkes.go.id/download/Kebijakan%20Gizi/Tabel%20AKG.pdf