"Kalo orang bule itu (Australia) nggak pernah nyuruh-nyuruh istrinya. Dari sananya mereka udah mandiri. Saya (istri) bikinin sarapan aja dia (suami) terimakasihnya udah kaya dikasih apaan aja."
-Indonesian woman with Australian husband-
-Indonesian woman with Australian husband-
Lalu, saya waktu ngobrol sama orang Inggris
"I heard that Asian women make a good wifey, is that true?"
"I heard that Asian women make a good wifey, is that true?"
Oh ya?? Dalem hati saya, "well you tell me lah why" terus saya nggak inget jawab apa.
Gara-gara dua obrolan tadi, hmm, mungkin aja kalo ada stereotip kaya gitu, karena budaya kita sebagai istri terbiasa untuk melayani kebutuhan suami, sampai yang remeh temeh bisa dia kerjakan sendiri, and that was considered as a good and obedience wife. Tapi sekarang mulai banyak muncul artikel-artikel yang menyerukan "istri bukanlah pembantu!" yah, menurut saya itu sih kesepakatan internal rumah tangga aja. Liat sikon masing-masing rumah tangga, apa dua-duanya kerja, atau si istri jadi ibu rumah tangga. Sama-sama mandiri dan nggak manja mungkin lebih bagus, tapi melayani supaya lebih mesra juga nggak ada salahnya. Bebas lah kumaha sia! Hahaha.
No comments:
Post a Comment