Monday, 1 August 2016

Pahawang 2


30 Juli 2016

kali ini aku berdamai dengan laut
aku mulai menikmati sapuan ombak
lalu tertawa terseret arus

hari ini aku berdamai dengan kehidupan
aku mulai menikmati berbagai cobaan
lalu tertawa melihat masa lalu

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Hari ini saya nggak se-penakut seperti biasanya, terimakasih buat si Rafi ganteng yang lebih penakut. Sebenernya saya takut banget sama laut, gampang panik ngeliat kedalaman. Bisa renang, tapi kalo kakinya bisa nyampe lantai atau kedalamannya cuma 2 meter lah. See the problem? Bukan nggak bisa ngambang, mental saya aja yang rada payah. Tapi karena ada yang lebih penakut, saya jadi ngerasa lebih berani dan lebih santai pas snorkling. Hehehe. You know? nggak ada penyesalan karena menjadi lebih berani! Ikannyaaaaaaaaaaaa (love-love-love), begitu roti dipegang di tangan? auwooooo! disamperin ikan warna-warni yang bejibun. Beda sama pas snorkling di Pulau Menjangan karena saya masih fokus sama rasa takut, jadi kurang menikmati dan nggak bisa jauh-jauh dari kapal.


Fiiiiiiiiiiiishhhhhhhh

Wisata Taman Nemo Lampung

hayo mana atas mana bawah? model : Tulus dan Adek

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hikmah? Apa ya..hmm menikmati tiap fase dalam kehidupan itu penting. Fase sekolah, fase kuliah, fase sebelum menikah, fase setelah menikah, fase setelah punya anak, dll. Nggak usah terlalu banyak angan-angan, berpikir “seandainya begini” “seandainya begitu”. Kalo berandai-andai itu bisa jadi motivasi untuk mengejar sesuatu sih nggak apa-apa, tapi kalo berandai-andai dan cuma jadi alasan untuk nggak bersyukur ya ngapain??

ban meletus, semacem cobaan di perjalanan yang harus diambil hikmahnya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Marriage. Euh balik lagi ye ke topik ini, sorry. Habisnya kemaren di jalan saya jadi mikir bahwa untuk menuju ke situ (pernikahan) seseorang pasti banyak mengorbankan hal-hal yang dia senangi.

               Egoisme – ya menyerah pada ego pribadi dan memikirkan manusia di luar dirinya sendiri memerlukan pengorbanan yang besar. Saya nggak bisa lagi menjadi impulsif, tiba-tiba spontaneously ambil keputusan malam ini bahwa besok saya pengen jalan-jalan ke tempat yang jauh.

               Desire. Ambition – pun adalah nyala api yang harus dipadamkan jika itu tidak sesuai dengan cita-cita bersama. Kompromi atau retreat.

Hobi – sebuah kesenangan yang mungkin tidak bisa digantikan oleh kebersamaan (mungkin). But you gotta give it up, apalagi kalo bagian istri yang harus dapet izin suami. So maybe having the same hobby with your spouse can be a little helping.

               Dan lain-lain –

Jadi jangan pernah berpikir bahwa cuma kamu saja yang berkorban Ra. Setiap orang mengorbankan dirinya masing-masing, pasti ada sesuatu yang seseorang senangi yang dikorbankan untuk bisa bersama dengan orang lain.
 
kursi kontemplasi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Because deep inside I am a free soul. If I am a bird, I don’t do nest. I fly and fly and fly from one tree to another and never set my little feet to the same tree again.

Ini ayam sih bukan burung juga
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apasih ini tulisannya random banget nggak terstruktur –  maaf ya   iya nggak apa-apa

No comments:

Post a Comment