Tuesday, 16 September 2014

Kikkomaan dan Mon di Palung Laut

"Apa ini pasar malam?"
"bukan ini palung laut.."
"indah sekali penuh cahaya.."
"iya.."
"apa kau cumi-cumi yang kutemui di mimpiku??"
"bukan aku ubur-ubur, mari kuantar kau ke tempatnya.."

"heii tungguuu!! jangan cepat-cepat aku tidak membawa kaki bebek ku.."
"oh iya maaf.."

"wah sudah mulai gelap disini.."
"iya kita sudah menjauh dari keramaian pesta makhluk laut.."
"aduh aku tidak bisa melihat.."
"oh maaf, aku lupa menyalakan lampu.."
"waaah!! kau luar biasa cantik!!.."
ubur-ubur tersipu malu "ayo lekas! jangan buang waktu, mudah-mudahan kita bisa kembali tepat waktu dan dansa ubur-ubur belum selesai.."

 sumber : http://rebloggy.com/post/beautiful-dark-underwater-blue-colorful-jellyfish-glowing-jelly-fish-sea-life-oc/45861048043

***

begitulah sepenggal percakapan antara kikko dan ubur-ubur di palung laut.. hmm sedang apa kikko disana?? rupanya ia sedang mencari adiknya yang diculik oleh kambing laut.. marilah kuceritakan kisah sebelumnya..

***

“Kakak! Aku lapar!” Teriak Mon.. “urrrrrgh..wswswsw..krrrrr” .. “kakak kau bilang apa?tidak jelas..” kata Mon sambil menggoyang-goyangkan tubuh Kikko yang setengah terlelap.. akhirnya sambil menguap, mengulet dan mengkucek-kucek mata Mon duduk dan terbangun dari tidurnya.. “haduh Mon, kau kan baru belajar kata lapar kemarin, memangnya kau sudah benar mengerti kata itu?? Sejak kemarin kau terus saja bilang lapar, tapi ketika kuberi kau susu dan apel kau malah geleng-geleng..”

Mon adalah adik kandung dari Kikko, usia mereka terpaut 8 tahun, kini Kikko berusia 10 tahun dan Mon berusia 2 tahun.. Mon belum lancar berbicara, sehingga setiap hari ia harus belajar satu kata baru.. sampai hari ini ia sudah belajar 780 kata, dan lapar adalah kata yang baru dipelajarinya kemarin.. sebelumnya setiap ia benar-benar lapar, ia hanya akan mengusap-usap perutnya didepan Kikko, dan Kikko langsung mengerti maksud adiknya tersebut..

“Kakak aku lapar..” kata Mon lagi, melihat Kikko hanya duduk saja.. “Mon ini tengah malam..apa kau benar-benar lapar?” setengah kesal Kikko menjawab, karena tidak biasanya adiknya lapar di tengah malam begini dan membangunkannya.. “Kakak aku lapar..” “baiklah, baiklah Mon..ayo ikut aku..” akhirnya Kikko turun dari kasurnya yang berisi rempah-rempah. Ya jika di rumahmu kasur berisi busa, kapuk atau per, maka di Negeri Antah Berantah ini kasur berisi berbagai macam rempah-rempah kering. Ada kapulaga, thyme, adas, bunga angkak, kayu putih, karum, katomi khas Negeri Antah Berantah dan rempah-rempah lain. Selain mencegah lintah mendekat ketika sedang terlelap, kasur ini juga membuat kita tertidur nyenyak karena harumnya.

Kikko dan Mon berjalan keluar kamar menuju dapur sambil memegang lentera berisi batu bintang yang bersinar sangat terang. Semenjak orang tua mereka meninggal Kikko dan Mon hanya hidup berdua, tapi tetangga-tetangga mereka yang sangat baik selalu membantu menjaga dan mengawasi mereka.

KIkko mengamati rak penyimpanan susu dan terheran-heran “Mon kenapa susu rumputmu sudah habis?? kemarin baru saja kita menggiling rumput di rumah penggilingan Pak Kucyang..” dengan mata yang terbelalak karena terkejut Mon menggeleng “tahu tidak Kak..” maksudnya Mon tidak tahu.. “apa kau menumpahkannya??” “tidak..” Mon menggeleng lagi.. “hmm.. aneh..” kemudian mereka berkeliling dapur mencari sisa buah-buahan tadi sore. “ah ini Mon, semangka ungu kesukaanmu..” Mon pun kemudian makan sambil lahap, Kikko hanya melihat Mon sambil terkantuk-kantuk kemudian tertidur di meja makan. “Kakak aku lapar..” setengah kaget Kikko terbangun “apa-apaan Mon?? kau baru saja makan 5 potong semangka ungu dan kau sudah lapar lagi?! Sini kupegang perutmu!” Kikko pun memegang perut Mon dan mendapati perut adiknya masih lembek seperti belum makan. “Mon apa yang terjadi? Aneh sekali perutmu, apa kau sakit?” “tidak..” Mon menggeleng.

Karena sisa buah sudah habis, Kikko terpaksa memotong wortel dan brokada, sejenis brokoli tapi berwarna merah persia, kemudian merebusnya sebentar. “baiklah Mon, ini yang terakhir.. aku sudah sangat mengantuk, seharian tadi kita bermain di Danau Baiwata, masa kau tidak mengantuk juga?” ia berkata setengah kesal, sambil mengaduk panci yang mendidih. “iya..” jawab Mon, kemudian ia menghabiskan sayuran rebusnya dengan sangat cepat sambil diawasi oleh Kikko yang mengamatinya dengan heran. Setelah habis mereka pun kembali ke kasur rempah mereka yang renyah dan wangi. “tidurlah Mon, besok kita akan membantu Pak Limpik memberi makan burung-burung nya..” tapi Mon tidak menjawab, rupanya ia sudah tertidur lelap.

Keesokan harinya...

 

sepotong khayalan - 2:20 PM 1/13/2013

No comments:

Post a Comment