"Apa ini pasar malam?"
"bukan ini palung laut.."
"indah sekali
penuh cahaya.."
"iya.."
"apa kau cumi-cumi yang kutemui di mimpiku??"
"bukan aku
ubur-ubur, mari kuantar kau ke tempatnya.."
"heii tungguuu!! jangan cepat-cepat aku tidak membawa kaki
bebek ku.."
"oh iya maaf.."
"wah sudah mulai gelap disini.."
"iya kita sudah menjauh dari
keramaian pesta makhluk laut.."
"aduh aku tidak bisa melihat.."
"oh maaf, aku lupa
menyalakan lampu.."
"waaah!! kau luar biasa cantik!!.."
ubur-ubur tersipu malu "ayo lekas! jangan buang
waktu, mudah-mudahan kita bisa kembali tepat waktu dan dansa ubur-ubur belum
selesai.."
sumber : http://rebloggy.com/post/beautiful-dark-underwater-blue-colorful-jellyfish-glowing-jelly-fish-sea-life-oc/45861048043
***
begitulah sepenggal percakapan antara kikko dan ubur-ubur
di palung laut.. hmm sedang apa kikko disana?? rupanya ia sedang mencari
adiknya yang diculik oleh kambing laut.. marilah kuceritakan kisah sebelumnya..
***
“Kakak! Aku lapar!” Teriak Mon.. “urrrrrgh..wswswsw..krrrrr”
.. “kakak kau bilang apa?tidak jelas..” kata Mon sambil menggoyang-goyangkan tubuh
Kikko yang setengah terlelap.. akhirnya sambil menguap, mengulet dan
mengkucek-kucek mata Mon duduk dan terbangun dari tidurnya.. “haduh Mon, kau
kan baru belajar kata lapar kemarin, memangnya kau sudah benar mengerti kata
itu?? Sejak kemarin kau terus saja bilang lapar, tapi ketika kuberi kau susu
dan apel kau malah geleng-geleng..”
Mon adalah adik kandung dari Kikko, usia mereka terpaut 8
tahun, kini Kikko berusia 10 tahun dan Mon berusia 2 tahun.. Mon belum lancar
berbicara, sehingga setiap hari ia harus belajar satu kata baru.. sampai hari
ini ia sudah belajar 780 kata, dan lapar adalah kata yang baru dipelajarinya
kemarin.. sebelumnya setiap ia benar-benar lapar, ia hanya akan mengusap-usap
perutnya didepan Kikko, dan Kikko langsung mengerti maksud adiknya tersebut..
“Kakak aku lapar..” kata Mon lagi, melihat Kikko hanya duduk
saja.. “Mon ini tengah malam..apa kau benar-benar lapar?” setengah kesal Kikko
menjawab, karena tidak biasanya adiknya lapar di tengah malam begini dan
membangunkannya.. “Kakak aku lapar..” “baiklah, baiklah Mon..ayo ikut aku..”
akhirnya Kikko turun dari kasurnya yang berisi rempah-rempah. Ya jika di
rumahmu kasur berisi busa, kapuk atau per, maka di Negeri Antah Berantah ini
kasur berisi berbagai macam rempah-rempah kering. Ada kapulaga, thyme, adas,
bunga angkak, kayu putih, karum, katomi khas Negeri Antah Berantah dan
rempah-rempah lain. Selain mencegah lintah mendekat ketika sedang terlelap,
kasur ini juga membuat kita tertidur nyenyak karena harumnya.
Kikko dan Mon berjalan keluar kamar menuju dapur sambil
memegang lentera berisi batu bintang yang bersinar sangat terang. Semenjak
orang tua mereka meninggal Kikko dan Mon hanya hidup berdua, tapi
tetangga-tetangga mereka yang sangat baik selalu membantu menjaga dan mengawasi
mereka.
KIkko mengamati rak penyimpanan susu dan terheran-heran “Mon
kenapa susu rumputmu sudah habis?? kemarin baru saja kita menggiling rumput di
rumah penggilingan Pak Kucyang..” dengan mata yang terbelalak karena terkejut
Mon menggeleng “tahu tidak Kak..” maksudnya Mon tidak tahu.. “apa kau
menumpahkannya??” “tidak..” Mon menggeleng lagi.. “hmm.. aneh..” kemudian
mereka berkeliling dapur mencari sisa buah-buahan tadi sore. “ah ini Mon,
semangka ungu kesukaanmu..” Mon pun kemudian makan sambil lahap, Kikko hanya
melihat Mon sambil terkantuk-kantuk kemudian tertidur di meja makan. “Kakak aku
lapar..” setengah kaget Kikko terbangun “apa-apaan Mon?? kau baru saja makan 5
potong semangka ungu dan kau sudah lapar lagi?! Sini kupegang perutmu!” Kikko
pun memegang perut Mon dan mendapati perut adiknya masih lembek seperti belum
makan. “Mon apa yang terjadi? Aneh sekali perutmu, apa kau sakit?” “tidak..”
Mon menggeleng.
Karena sisa buah sudah habis, Kikko terpaksa memotong wortel
dan brokada, sejenis brokoli tapi berwarna merah persia, kemudian merebusnya
sebentar. “baiklah Mon, ini yang terakhir.. aku sudah sangat mengantuk,
seharian tadi kita bermain di Danau Baiwata, masa kau tidak mengantuk juga?” ia
berkata setengah kesal, sambil mengaduk panci yang mendidih. “iya..” jawab Mon,
kemudian ia menghabiskan sayuran rebusnya dengan sangat cepat sambil diawasi
oleh Kikko yang mengamatinya dengan heran. Setelah habis mereka pun kembali ke
kasur rempah mereka yang renyah dan wangi. “tidurlah Mon, besok kita akan membantu
Pak Limpik memberi makan burung-burung nya..” tapi Mon tidak menjawab, rupanya
ia sudah tertidur lelap.
Keesokan harinya...

No comments:
Post a Comment