kamu itu orang yang nggak cocok dengan
prinsipmu..
ah masa sih? maksudmu apa? kupaksakan raut
wajahku datar..apa aku terlalu keren
untuk jadi orang baik?? Dengan gestur tanda
kutip dengan tangan pada penekanan kata baik, kupaksakan gurauan..
bukan..bukan
itu maksudku..hanya saja......ia terhenti, lalu menatapku dari atas sampai
bawah.. ah sudahlah, tidak jadi.. antara segan atau seperti akan percuma jika
dikatakan, aku tidak tahu..
hahaha..kamu ini kurang ajar.. kataku tanpa
ingin bertanya lebih lanjut.. aku tahu itu adalah sebuah teguran untukku.. ia
mencoba mengkritikku atas yang telah matanya
lihat dan yang otaknya pikirkan.. mungkin
karena sensasi yang berbeda dari keduanya,
berlawanan..
ia tidak pernah salah dalam menilai orang..5
tahun sudah aku berteman dengannya dan aku merasakannya seperti cenayang yang
merangkap psikolog..bahkan mungkin detektif..ia adalah observer makhluk bernama
manusia..
dan sudah 5 tahun pula aku heran, masih ada
orang yang bertahan untuk tetap bersamaku..ia temanku, kami tidak berpacaran,
meskipun sering disangka begitu oleh sebagian kenalan kami..
aku bertemu dengannya saat masih SMA, kelas
3..aku tidak punya teman, anggap saja begitu..aku terlalu independen, ujarnya,
suatu hari disaat aku mempertanyakan kesendirianku..setiap makhluk perempuan
harus punya geng..ia bercanda..dan kamu tidak punya..hahaha, makhluk perempuan
macam apa kamu ini?!
tapi ia tidak pernah meninggalkanku..ketika
lulus SMA kami masuk di universitas yang sama, tapi ia mengambil fakultas
teknik dan aku mengambil fakultas ilmu budaya..ia menjadi mahasiswa yang
brillian, meraih IP tertinggi, ikut organisasi pecinta alam, unit sepakbola,
dan aktif pula di senat mahasiswa..sedangkan aku..hahaha, aku biasa saja..IPK hanya 3.1 , dan sedikit aktif di senat jurusan.. setiap
ia ingin pergi, ia selalu mengajakku, setiap jam istirahat, ia selalu ke kantin
jurusanku.. apapun ia ceritakan padaku.. ia tidak punya pacar, tapi aku tahu ia
naksir seorang gadis manis dari fakultas
sebelah.. kebetulan ia adalah adik kostku
pernah suatu kali aku bertanya kenapa tidak
dia utarakan saja perasaannya, aku sangat siap membantunya dalam usaha pedekate
nya..tidak perlu katanya..hal-hal seperti itu bukan untuk diperjuangkan saat
ini..sambil mengibaskan proposal skripsinya seperti kipas..lalu kami tertawa
bersama
Aku? Naksir dia??
Tidak pernah sepintas pun terpikir begitu..
hei tak bisakah kalian melihat persahabatan antara lawan jenis dengan
biasa saja? Aku benar tidak naksir dia.. maksudku aku benar-benar tidak punya
keinginan untuk menjadikannya suami suatu hari nanti.. Cinta padanya? Sayang?
Tentu saja.. ia sahabatku.. kami saling menjaga dan menyemangati.. tak pernah
ada perbincangan tentang ini, kami sepakat untuk bersama dan membiarkan
perasaan ketergantungan untuk tumbuh.. tapi aku juga naksir berat dengan orang
lain.. seseorang yang sangat berbeda dengan Khalif..
***
Kamu itu orang yang nggak cocok dengan
prinsipmu..
Aku menolak berjabat tangan dengan yang
bukan muhrim, aku menolak diajak tos
olehnya, pernah satu kali ia menjebakku, memegang tanganku dengan paksa dan
erat-erat supaya aku tidak bisa melepaskannya, aku meronta menendang-nendang
kakinya sambil tertawa.. perasaanku sesungguhnya marah dan kesal, tapi aku
tidak bisa menahan tawa karena aku mengerti perasaannya yang mungkin merasa
gemas dan kesal, setiap ia mengajakku toss di depan semua orang dan aku hanya
berdiam saja mematung.. padahal ia tahu, padahal ia sudah hafal bahwa tak
mungkin aku membalas high five nya..
tapi ia selalu saja mencoba lagi barangkali aku berubah pikiran.. dan itu lucu
menurutku.. dasar idiot!! hardikku setelah itu.. lalu wajahku dibuat merah
olehnya setelah dia berkata, masa akhwat omongannya kasar begitu.. kemudian dia
tertawa puas..
Kamu tahu? Khalif agnostik, dan aku sangat
percaya bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar.. seringkali kami
berdiskusi tentang ini, aku menganggap dia sombong dan dia menganggapku kelewat
fanatik.. aku menganggap dia golongan kiri dan dia menyebutku sayap kanan.. and yet, itulah kami, lagi-lagi makan di
kantin bersama, tertawa dan bersepeda bersama lagi..
lalu suatu hari ketika kami sedang makan bersama di kantin
lalu suatu hari ketika kami sedang makan bersama di kantin
No comments:
Post a Comment