Tuesday, 16 September 2014

KHALIF


kamu itu orang yang nggak cocok dengan prinsipmu..

ah masa sih? maksudmu apa? kupaksakan raut wajahku datar..apa aku terlalu keren untuk jadi orang baik?? Dengan gestur tanda kutip dengan tangan pada penekanan kata baik, kupaksakan gurauan..

bukan..bukan itu maksudku..hanya saja......ia terhenti, lalu menatapku dari atas sampai bawah.. ah sudahlah, tidak jadi.. antara segan atau seperti akan percuma jika dikatakan, aku tidak tahu..

hahaha..kamu ini kurang ajar.. kataku tanpa ingin bertanya lebih lanjut.. aku tahu itu adalah sebuah teguran untukku.. ia mencoba mengkritikku atas yang telah matanya lihat dan yang otaknya pikirkan.. mungkin karena sensasi yang berbeda dari keduanya, berlawanan..

ia tidak pernah salah dalam menilai orang..5 tahun sudah aku berteman dengannya dan aku merasakannya seperti cenayang yang merangkap psikolog..bahkan mungkin detektif..ia adalah observer makhluk bernama manusia..

dan sudah 5 tahun pula aku heran, masih ada orang yang bertahan untuk tetap bersamaku..ia temanku, kami tidak berpacaran, meskipun sering disangka begitu oleh sebagian kenalan kami..
aku bertemu dengannya saat masih SMA, kelas 3..aku tidak punya teman, anggap saja begitu..aku terlalu independen, ujarnya, suatu hari disaat aku mempertanyakan kesendirianku..setiap makhluk perempuan harus punya geng..ia bercanda..dan kamu tidak punya..hahaha, makhluk perempuan macam apa kamu ini?!

tapi ia tidak pernah meninggalkanku..ketika lulus SMA kami masuk di universitas yang sama, tapi ia mengambil fakultas teknik dan aku mengambil fakultas ilmu budaya..ia menjadi mahasiswa yang brillian, meraih IP tertinggi, ikut organisasi pecinta alam, unit sepakbola, dan aktif pula di senat mahasiswa..sedangkan aku..hahaha, aku biasa saja..IPK hanya 3.1 , dan sedikit aktif di senat jurusan.. setiap ia ingin pergi, ia selalu mengajakku, setiap jam istirahat, ia selalu ke kantin jurusanku.. apapun ia ceritakan padaku.. ia tidak punya pacar, tapi aku tahu ia naksir seorang gadis manis dari fakultas sebelah.. kebetulan ia adalah adik kostku

pernah suatu kali aku bertanya kenapa tidak dia utarakan saja perasaannya, aku sangat siap membantunya dalam usaha pedekate nya..tidak perlu katanya..hal-hal seperti itu bukan untuk diperjuangkan saat ini..sambil mengibaskan proposal skripsinya seperti kipas..lalu kami tertawa bersama

Aku? Naksir dia?? Tidak pernah sepintas pun terpikir begitu..  hei tak bisakah kalian melihat persahabatan antara lawan jenis dengan biasa saja? Aku benar tidak naksir dia.. maksudku aku benar-benar tidak punya keinginan untuk menjadikannya suami suatu hari nanti.. Cinta padanya? Sayang? Tentu saja.. ia sahabatku.. kami saling menjaga dan menyemangati.. tak pernah ada perbincangan tentang ini, kami sepakat untuk bersama dan membiarkan perasaan ketergantungan untuk tumbuh.. tapi aku juga naksir berat dengan orang lain.. seseorang yang sangat berbeda dengan Khalif..

***

Kamu itu orang yang nggak cocok dengan prinsipmu..
Aku menolak berjabat tangan dengan yang bukan muhrim, aku menolak diajak tos olehnya, pernah satu kali ia menjebakku, memegang tanganku dengan paksa dan erat-erat supaya aku tidak bisa melepaskannya, aku meronta menendang-nendang kakinya sambil tertawa.. perasaanku sesungguhnya marah dan kesal, tapi aku tidak bisa menahan tawa karena aku mengerti perasaannya yang mungkin merasa gemas dan kesal, setiap ia mengajakku toss di depan semua orang dan aku hanya berdiam saja mematung.. padahal ia tahu, padahal ia sudah hafal bahwa tak mungkin aku membalas high five nya.. tapi ia selalu saja mencoba lagi barangkali aku berubah pikiran.. dan itu lucu menurutku.. dasar idiot!! hardikku setelah itu.. lalu wajahku dibuat merah olehnya setelah dia berkata, masa akhwat omongannya kasar begitu.. kemudian dia tertawa puas..

Kamu tahu? Khalif agnostik, dan aku sangat percaya bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar.. seringkali kami berdiskusi tentang ini, aku menganggap dia sombong dan dia menganggapku kelewat fanatik.. aku menganggap dia golongan kiri dan dia menyebutku sayap kanan.. and yet, itulah kami, lagi-lagi makan di kantin bersama, tertawa dan bersepeda bersama lagi..

lalu suatu hari ketika kami sedang makan bersama di kantin

No comments:

Post a Comment