Monday, 28 March 2016

Makna Yang Berlebihan

Kadang-kadang kita merasa berlebihan saat memaknai sesuatu.

Tapi bukankah menyenangkan saat kau memeluk kereta uap usang jaman belanda dan merasakan orang-orang bule berjas rapi, berterbangan membawa koper, berlalu lalang di sekelilingmu, seakan kau adalah masinis pribumi kebanggaan yang akan mengantar mereka memperbudak anak istrimu, menduduki tanah bangsa.

Bukankah menenangkan ketika kamu menyapa seluruh tumbuhan dan bersalaman dengan ilalang-ilalang tinggi di bukit. Seakan kau mendengarkan isak tangis dan cerita mereka tentang dua orang bapak berkumis yang datang tadi pagi dan membicarakan pembangunan villa diatas akar-akar mereka. bukan tentang mereka, ilalang itu berkata. “keluarga kami sudah turun temurun disini, kami tidak khawatir akan punah. Tapi anak-anak kampung dibawah yang sering bermain ke sini akan terkena longsor dan banjir. Kasihan mereka.” paparnya, sambil miring-miring ke kanan tertiup angin.

Lalu saat elang menyapamu, dia berputar di atasmu “yello!” katanya. Kau hanya diam saja karena tidak mengerti bahasa yang dia gunakan. Mungkin dia elang bule dari pulau barbados pikirmu. Lalu memicingkan mata karena silau. Tapi perasaanmu bilang “waw!”

Saat kau isap aroma kehidupan di sekitarmu kau akan tahu bahwa kau tidak sendirian.

“I know every rocks and trees and creatures has a life, has a spirit, has a name.” -pocahontas-

sudah pernah diposting di facebook

2 November 2010, 08.15
Oh hey titik! Happy birthday!

No comments:

Post a Comment