Hari ini nggak sengaja lagi liat gallery temen di IG, teman manusia perempuan seperkuliahan. Dia salah satu temen manusia yang gaya pacarannya manis, nggak norak, yang bikin iri. Pacarnya, si manusia laki-laki adalah seorang ilustrator, gambarnya kewl abis, i mean really kewl. If you curious, i'll tell you his instagram account. Si manusia laki-lakinya itu suka bikin gambar mereka berdua yang cute, how to describe their sweetness and their cuteness?? Yah gitu lah. Never they posted selfie berdua yang gimanaaa gitu. That s what makes them cute together.
Nah balik lagi ke si manusia perempuannya, tiba-tiba naluri keibuan i muncul (apa naluri kepo, beda tipis), i klik lah itu followingnya (siapa yang dia follow) soalnya dikit cuma dibawah 100 akun. Why, eh why? Kok gak ada akun manusia laki-lakinya? I immediately felt bad, trus i buka pula akun si manusia laki-laki. NO. I balik lagi k akun manusia perempuan, she erased all her gallery di waktu-waktu lampau, dan nyisain beberapa foto di waktu sekarang. Begitu juga dengan manusia laki-lakinya.
I immediately assumed they broke up. None of my business. Tapi kalian harus tau, kadang, ketika sebuah kebahagiaan tercerabut, bahkan hanya dari seorang individu, bukan skala perang saja, ada orang lain yang tidak berhubungan dengan kalian, merasa ikut sedih. Semacam : "sayang sekali, kalian harus berpisah", saya pikir kalimat macam itu cuma basa-basi unjuk empati saja, tapi ternyata tidak juga. Pengen rasanya bilang "hey, been there, just be strong". You know, wise man said : tragedi cinta adalah tragedi kemanusiaan. Hahaha, agak lebay, tapi emang. Kahlil Gibran apa ya yang ngomong? Entahlah.
Yang bikin sedihnya, foto-foto yang dihapus di kurun waktu lampau dari gallery keduanya. Seinget saya, di gallery manusia laki-lakinya banyak ilustrasi si manusia perempuan sendiri atau ilustrasi lagi berdua sama manusia laki-laki. Kalo di gallery manusia perempuannya, which is dia itu fotografer handal, feed nya juga keren, sekelas natgeo's photographer (menurut gw), ada beberapa foto manusia laki-laki sendirian dari belakang, never showed their face boldly, and never that two human in one frame (i guess..)
Foto-foto yang dihilangkan seakan ingin melenyapkan seluruh kenangan di waktu tertentu, merusak memori masa lampau. Yang tidak disadari, kita tidak akan pernah lupa, bahkan jika kita tidak bisa memanggil kembali ingatan tersebut, it has been stored forever somewhere in your brain. That s what happens to us, things that we all can relate. Bahkan satu foto di masa lalu yang tidak ada hubungannya dengan "aku-kamu", misalnya gambar kuda sedang minum air, akan sangat menyakitkan jika foto itu diambil dalam kurun waktu "aku-kamu" masih ada. That s why, foto yang dihapus adalah seluruh foto dalam kurun waktu tertentu. Bukan hanya satu-satu. It feels like you dont want to live in that time, never know the person who happens to be you, yourself, at that time.
So i remember my old instagram account. I remember my old tweets. I cant recall them one by one, but i know somewhere in my brain, they are there, stored forever.
Ah too bad you guys broke up :( , balikan aja sih.
No comments:
Post a Comment