Saturday, 11 July 2015

IDIOTIC MAGMA

Tidak pernah aku duga, akhirnya aku nekat juga
Tidak pernah aku duga, ternyata aku berani juga
Tidak pernah aku duga, rupanya aku KALAH juga 

Instagram -- open new account -- block
Facebook -- unfriend -- block
Twitter -- unfollow -- block
Whatsapp -- block -- delete contact number

***

Aku kalah. 1 tahun konfrontasi. Aku kalah.

Hari ini aku sudahi,
Sore ini aku akhiri.

Kita bertemu di Instalasi Gawat Darurat.
Sesuai seperti keadaanku, acute tachicardi,
high mean arterial pressure, dysphagia dan somnolence.
Tempat ini mencemoohku.
Seharusnya aku berada di dalam.
Bukan menunggu kamu di teras.
Aku sakit! Kamu tahu? Hampir mati!
Kamu selalu tahu kan? Selalu?

Kamu tiba.Tawa kita terdengar aneh, apa kamu sadar?
Buru2 aku masukkan kertas catatanku.
"Apa itu?" Katamu.. "Sebuah naskah?"
Kamu selalu tahu. Selalu.
"Bukan.." Aku bilang. Aku berbohong. Refleks.

Jangan bicara, kataku. Dengarkan aku saja.
Aku harap pemberian ini impas
Setelah ini, kamu akan jadi orang terakhir yang aku hubungi
Aku dan adikmu, biarkan kami tetap berteman.
Kumohon jangan berpikiran buruk tentangku.

Sudah. Itu saja. Aku mengakhirinya.
Aku bahkan tidak menghitung waktunya.
Aku telah berjanji meminta waktumu lima belas menit, tidak lebih.
Aku tahu, aku tidak bisa menghadapimu lebih lama dari itu.
Air mataku seperti bom waktu.
Akan meletus pada menit ke dua puluh.
Aku pamit, mungkin di menit ke sembilan belas.
Setidaknya aku menyelamatkan harga diriku. Kupikir.
Tapi tidak, kamu tahu aku hancur.
Kamu selalu tahu. Selalu.

***

Tiga jam sebelumnya :
Wajahku ceria di dalam kaca
Sudah dua hari aku berlatih di depan cermin
Sebuah pidato selamat tinggal
Tidak ada getaran nada,
Tidak ada wajah ungu malu,
Tidak ada tenggorokan yang tercekat,
Tidak ada air mata menggenang dibawah bola mata,
Sangat gembira.

Aku rangkai kalimat dalam otakku
Lancar mengalir tak ada jeda
Merencanakan senyum yang terkembang
Agar kamu tahu, tak perlu mengkhawatirkan kebodohanku

"15:30 di Rumah Sakit" tulismu.Mulailah wajahku membiru. Lebam. Kata-katamu meninjuku.Dunia terbalik.

***

Sampailah aku di titik itu. Sampailah kamu di ujung jariku.
Aku tekan semua tombol itu.
Are you sure you want to block this user?
"Yeah, sure, i had to end this!"
Tumpah ruah air mata. Bom waktu.

Tuhan! jangan biarkan aku mencarinya lagi!

Tidak pernah aku duga. Aku kalah.
Aku mengaku kalah.
Am I stronger now?

***

Sade - Love is Stronger Than Pride

I Wont pretend, that I intend to stop living
I Wont pretend, i'm good at forgiving
But i cant hate you, although i have tried
I still really really love you
Love is stronger than pride
I still really really love you
Love is stronger than pride

Sitting here wasting my time
Would be like
Waiting for the sun to rise
It's all too clear things come and go
Sitting here waiting for you
Would be like waiting for winter
It's gonna be cold
There may even be snow

***

11/07/2015 08:09 PM - 09:14 PM

No comments:

Post a Comment